rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Teguran Moral untuk Wakil Rakyat, Ketua LPAS Kritik Gaya Hidup Ahmad Sahroni

Jakarta – Ketua Lembaga Pemantau dan Analisis Strategis (LPAS), Iwan Suga, melontarkan kritik keras terhadap gaya hidup mewah Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Menurutnya, perilaku yang dipertontonkan Sahroni mencerminkan sikap tamak dan tidak pantas ditunjukkan oleh seorang wakil rakyat.

“Ahmad Sahroni adalah simbol kesombongan, keangkuhan, dan ketamakan seorang wakil rakyat. Layaknya tokoh Khorun yang dalam legenda dikisahkan terkubur bersama hartanya,” ujar Iwan dalam keterangannya, Sabtu (30/8).

Baca Juga: Kritik Keras LPAS Atas Keterlibatan Oknum TNI dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS 

Iwan menilai, perilaku berlebihan dalam gaya hidup pejabat publik hanya akan menambah jurang ketidakpercayaan rakyat terhadap DPR. Padahal, kata dia, seorang wakil rakyat seharusnya menjadi teladan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan memperkaya diri sendiri.

Lebih lanjut, Iwan menyinggung urgensi pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset yang hingga kini masih mandek di parlemen. Menurutnya, jika aturan itu terus ditunda, rakyat berhak menuntut keadilan secara langsung.

“Kalau UU perampasan aset tidak segera disahkan, maka rakyatlah yang berhak merampas. Sebab, keadilan harus ditegakkan. Ini sekaligus menjadi teguran bagi seluruh pejabat negeri ini agar tidak meremehkan rakyat. Bagaimanapun, rakyatlah pemilik negeri ini. Kalian hanyalah pegawai rakyat,” tegasnya.

Baca Juga: LPAS Minta Dapur SPPG yang Tak Penuhi Standar Gizi Ditutup, Kepala Dapur Bisa Diproses Hukum

Iwan menambahkan, fenomena gaya hidup mewah para pejabat adalah alarm moral yang tidak bisa diabaikan. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan sejati tetap berada di tangan rakyat, bukan di tangan individu maupun kelompok tertentu.

“Ini alam yang bekerja. Kejadian ini membuka kesadaran kita semua bahwa kekuasaan yang mutlak ada di tangan rakyat. Saya berharap semua wakil rakyat segera bertaubat dan kembali ke prinsip dasar: kalian digaji rakyat, dipilih rakyat, dan hanya untuk bekerja demi kesejahteraan rakyat. Bukan malah memperkaya diri, seperti yang ditunjukkan Sahroni saat ini. Itu sangat bertolak belakang dengan cita-cita pendiri bangsa,” pungkas Iwan. (Ki/Red)

Baca Juga: Resmi Berbadan Hukum Perumda, Penyebutan “PAM Surya Sembada” Tidak Lagi Tepat



 

Editor : Admin Rakyatjelata