rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Pokja Diduga 'Main Mata' dengan Kontraktor, Atur Pemenang Lelang Peningkatan Jalan Pasirukem-Pasirjaya

avatar rakyatjelata.com
proyek tender peningkatan jalan Pasirukem - Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon. (Foto: Dok @di rj karawang)
proyek tender peningkatan jalan Pasirukem - Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon. (Foto: Dok @di rj karawang)

KARAWANG | rakyatjelata.com - Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) tampaknya terus tumbuh subur di wilayah Karawang. Bahkam dalam tubuh Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Kabupaten Karawang terdapat dugaan praktik "Main Mata" yang melibatkan Pokja BP2JK dalam proses pelelangan paket proyek tender peningkatan jalan Pasirukem - Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon. Proyek ini memiliki pagu sebesar Rp 4.050.000.000 (empat millyar lima puluh juta rupiah)dan bersumber dari APBD Taput TA 2025.

CV Zaidan Multi Mandiri memenangkan tender Peningkatan Jalan Pasirukem - Pasirjaya. Namun, keputusan ini menimbulkan pertanyaan. Mengapa Pokja memilih CV Zaidan Multi Mandiri sebagai pemenang, apa karena dibelakangnya ada dugaan keponakan bupati kabupaten Karawang? Apa memang sudah ada calon pemenang yang sudah ditentukan. Ini menjadi catatan buruk sistem lelang tender LPSE di kabupaten Karawang.

Narasumber inisial S saat ngobrol santai di wilayah kecamatan cilamaya kulon mengatakan, diri mengaku untuk menuruti permintaan itu, sesegera mendapatkan atensi di pengajuan pekerjaan proyet tersebut. Ia tak dapat menolak menurutnya perintah itu datangnya dari salah satu pejabat desa.

"Ya kang jujur saya dapat titipan dari salah satu kades, yang pesan titipanya begini kang, maaf pak tolong nitip kerjaan ngecor itu punya anak saya," spontan saya jawab siap, ujar inisial S

Terpisah H Ade Hidayat Ketua Umum LSM F12 saat diminta pendapatnya mengatakan, mengakomodasi pemenang tender pekerjaan pemerintah dinilai tidak layak mengakibatkan unsur kolaborasi yang lemah dan dipandang dinasti kecil memperkeruh permainan anggaran. "Yang pasti korupsi, atensi itu jelas korupsi," beber Ade, Jum'at (1/8/2025).

"Harusnya proses lelang yang sportif tidak perlu ada dugaan Pokja main mata apa lagi titipan bupati, semua pengusaha Karawang berhak ikut bersaing, kalau pemenang tender sudah ditentukan pemenangnya sudah saja tunjuk langsung," ucapnya.

Ini menjadi catatan buruk buat Pokja karena pemenang tender LPSE selalu di kedepankan kedekatannya. "TIdak melihat kwalitas perusahaan, kalau asal dimenangkan apa lagi perusahaan tersebut tidak punya modal dan banyak calo atau broker LPSE karena mencari Fee akan berdampak kwalitas pekerjaan," pungkas Ade.

@di

Editor : hendro