rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Dugaan KUA Lemahabang Karawang, Penyelewengan Bantuan Honor Guru Ngaji

avatar rakyatjelata.com
KUA Kecamatan Lemah Abang, Karawang (Foto: Dok @di)
KUA Kecamatan Lemah Abang, Karawang (Foto: Dok @di)

KARAWANG | rakyatjelata.com - Diduga pembagian honor guru ngaji yang kurang selektif di lakukan oleh petugas penyuluh Kantor Urusan Agama ( KUA ) Kecamatan Lemah Abang membuat sebagian guru ngaji kecewa.

Pasalnya masih banyak ditemukan guru ngaji yang sudah beberapa tahun mengajar tidak tersentuh bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah daerah untuk kesejahteraan para guru ngaji yang ada di kabupaten Karawang sesuai dengan Perbup Kabupaten Karawang Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan honor guru TPA, MI, MDA, MTS, dan guru ngaji.

Selain itu karena minimnya informasi yang didapat guru ngaji untuk mendapatkan honor tahunan menjadi tanda tanya besar sebagian guru ngaji. "Padahal saat verifikasi guru ngaji yang di gelar di aula kantor Kecamatan Lemahabang pada Senin 21 Desember 2024 hingga 27 Desember 2024, itu hanya formalitas saja," ungkap 'Y' salah satu penyuluh Kantor KUA Lemah Abang dari ke tiga penyuluh 'A' dan 'A' pada awak media saat di konfirmasi, Selasa (18/3)

"Seperti gimana sih yang layak mendapatkan honor guru ngaji ?, awak media menanyakan perihal tersebut pada 'Y'.
'Y' menjawab, "Sesuai dengan peraturan Bupati, siapa yang berhak mendapatkan honor itu adalah warga setempat yang memiliki santri minimal 10 orang dan sudah ada pengajian minimal 1 tahun di tempat tersebut," ungkapnya.

Lalu awak media mempertanyakan apakah selama ini ada tim survey dari ketiga penyuluh, misalnya kroscek ke lapangan ?
'Y' menjawab, "Tidak ada, karena untuk menentukan yang berhak mendapatkan honor itu dari ketiga penyuluh yang berdiskusi dan mengambil kesimpulan dan salah satunya dari penyuluh itu yang menyimpulkan," tambahnya.

Sementara saat ditanya tempat pengajian yang tak jauh dari KUA Lemahabang kurang lebih 100 meter, "Kenapa tak tersentuh, padahal di situ ada pengajian yang sudah berjalan kurang lebih 3 tahun dan bahkan memiliki santri kurang lebih 15 orang, ada apa ?
'Y' menjawab, "Itu berdasarkan satu orang petugas dari ketiga penyuluh yang menyimpulkan," tandasnya.

Sementara kepala KUA Lemahabang H.Topik sa'at di konfirmasi lewat pesan singkat ke nomor WhatsApp nya perihal pembagian honor guru ngaji, apakah data yang terverifikasi sudah ter kroscek benar oleh penyuluh hingga kroscek ke lokasi dan adanya dugaan karena kedekatan penyuluh dan guru ngaji itu cuma praduga ? H. Topik menjawab "Saya sudah perintahkan dan percayakan jauh jauh hari sebelum pelaksanaan giat verval ke tim verval dari penyuluh supayah lebih slektif," jawabnya.


Red

Editor : hendro