SURABAYA | rakyatjelata.com - Proyek Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) Surabaya menjadi sorotan publik, terutama setelah terungkapnya anggaran fantastis sebesar Rp10,5 triliun. Pertanyaan utama yang muncul: siapa yang sebenarnya diuntungkan dari proyek ini? Apakah untuk pengembangan kawasan elit seperti Pakuwon atau benar-benar demi kepentingan masyarakat Surabaya?
Prioritas wilayah timur patut dipertanyakan sebab keputusan pemerintah untuk memprioritaskan wilayah timur dalam proyek ini juga menimbulkan tanda tanya. Mengapa wilayah timur, yang secara bersamaan menjadi pusat isu reklamasi, mendapat perhatian khusus? Reklamasi yang dilakukan oleh pengembang besar sering kali menggunakan dalih proyek strategis nasional. Hal ini membuat publik skeptis terhadap motif sebenarnya di balik proyek ini. Sabtu, 18 Januari 2025
Reklamasi dan Infrastruktur apa sebuah faktor kebetulan atau benar benar strategi?
Kesamaan waktu antara proyek JLLT dan aktivitas reklamasi semakin memperkeruh situasi. Banyak pihak menduga adanya hubungan antara keduanya, di mana reklamasi menjadi bagian dari skema pengembang besar untuk memperluas wilayah bisnis mereka dengan mengatasnamakan proyek infrastruktur pemerintah.
Transparansi sangat diperlukan masyarakat Surabaya berhak mengetahui bagaimana dana Rp10,5 triliun ini akan digunakan. Apakah proyek ini akan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mereka atau justru hanya menjadi alat untuk memperkaya segelintir pihak?
Sedangkan beberapa waktu lalu Walikota Eri Cahyadi mengajukan pinjaman uang ke Kemenkeu sebesar 5 T dengan alasan proyek strategis pula.
Pengawasan Publik Dibutuhkan
Dalam situasi seperti ini, keterlibatan masyarakat dan pengawasan publik sangat penting. Pemerintah perlu menjelaskan secara transparan manfaat jangka panjang proyek JLLT serta memastikan bahwa proyek ini tidak hanya menjadi jalan bagi kepentingan bisnis tertentu, melainkan benar-benar untuk meningkatkan kesejahteraan warga Surabaya.
Sementara peneliti pengembangan kawasan pesisir Ali Yusa mengatakan "pengembangan kawasan pesisir di surabaya itu khususnya kawasan pesisir timur surabaya memang cenderung terlambat lebih di karenakan tidak ada industri besar yang membutuhkan dukungan infrastruktur, namun ketika ada pergeseran pemanfataan ruang dan wilayah yang sebelumnya kawasan pertanian dan tambak menjadi pemukiman dan industri pendidikan dan kesehatan di wilayah pesisir timur surabaya kebutuhan infrastruktur jalan niscaya d butuhkan, hal ini akan sangat membantu banyak hal ;
1. Aksesibilitas Meningkat: Jalan yang mulus dan lebar memudahkan pergerakan barang dan jasa. Ini artinya,
2. investor lebih mudah menjangkau pasar potensial dan sumber daya yang dibutuhkan.
3. Efisiensi Logistik, jalan yang baik, beban biaya transportasi dan emisi carbon turun.
4. Pertumbuhan Ekonomi Lokal: Akses yang mudah mendorong pertumbuhan bisnis lokal.
5. Pembukaan Daerah Baru, Jalan baru membuka akses ke daerah-daerah terpencil yang sebelumnya sulit dan butih waktu yg lama
Dengen demikian ini akan membantu Investor lebih yakin untuk mengembangkan kawasan karena Infrastruktur yang Baik: Jalan yang berkualitas adalah sinyal bahwa pemerintah serius dalam mengembangkan wilayah. Ini memberikan kepastian bagi investor, karena hambatan hambatan nya sudah di bantu oleh pemerintah." Terang Insinyur dari ITS ini.
Dirinya juga menambahkan."yang patut diperhatikan pembangunan infrastruktur ini justru menjadi pendukung salah satu investor yang lebih dulu ada namun seharusnya di jadikan untuk meningkatkan posisi tawar pemerintah terhadap investor yang lebih dahulu melakukan pengembangan kawasan. Bukan balas budi atas apa yang telah di lakukan investor.
kedua mitigasi wilayah patut di perhatikan karena adanya penurunan muka tanah yang tinggi d kawasan pesisir timur surabaya ini yang mencapai 40mm/th. Dan ini perlu rekayasa pembangunan yang berkelanjutan saya kira. Lalu aliran air yg setidaknya punya 5 fungsi juga harus diperhatikan karena kawasan ini termasuk kawasan yang aliran airnya sangat amburadul di kota surabaya. Setidaknya jika kita memperhatikan dua hal di atas rekayasa pembangunan yang berkelanjutan pasti akan berjalan d Surabaya." Pungkas Yusa.
Editor : Admin Rakyatjelata