rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Eksekusi Hotel Garden Palace Surabaya Berlangsung Panas,

Foto : saat eksekusi hotel Garden palace
Foto : saat eksekusi hotel Garden palace

SURABAYA – Pelaksanaan eksekusi pengosongan Hotel Garden Palace Surabaya pada Kamis (19/12/2024) berlangsung penuh ketegangan. Pengadilan Negeri Surabaya, atas permintaan PT Tunas Unggul Lestari (TUL) sebagai pemenang lelang, mengeksekusi lahan dan bangunan hotel seluas 8.000 meter persegi yang menjadi sengketa.

Kericuhan terjadi saat pihak termohon, termasuk manajemen hotel, menyampaikan protes keras. Pieter, perwakilan manajemen Hotel Garden Palace, menyoroti dampak besar eksekusi ini terhadap nasib para karyawan.

Baca Juga: Eksekusi dan Lelang Hotel Garden Palace Jadi Sorotan Publik

“Kami sangat terpukul dengan keputusan ini. Ada banyak karyawan yang harus menanggung beban ekonomi keluarga mereka. Eksekusi ini bukan hanya soal bangunan, tapi juga tentang kehidupan manusia,” ujar Pieter dengan nada emosional.

Lelang Berakhir Kontroversi
PT TUL sebelumnya memenangkan lelang yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya dengan nilai Rp217 miliar. Meskipun mendapat penolakan dari pihak termohon, PT TUL tetap melanjutkan permohonan eksekusi.

Pengacara PT TUL, Lardi, S.H., M.H., menyatakan bahwa kliennya hanya menegakkan hak yang telah dimenangkan secara hukum. “Kami memahami adanya keberatan, tetapi eksekusi ini adalah hak yang harus ditegakkan. Kami telah memenuhi semua prosedur hukum yang berlaku,” tegas Lardi.

Pengamanan Ketat
Proses eksekusi berlangsung dengan pengamanan ketat dari dua peleton personel Polrestabes Surabaya dan satu kompi dari Polda Jawa Timur. Puluhan hingga ratusan tenaga teknis juga dikerahkan untuk memindahkan properti dari dalam hotel.

“Kami hadir untuk memastikan jalannya eksekusi berjalan sesuai aturan dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar salah satu perwakilan Polrestabes Surabaya. 

PT TUL juga menegaskan bahwa eksekusi ini merupakan bagian dari penegakan hukum yang tidak dapat dikompromikan. Di sisi lain, Pengadilan Negeri Surabaya memastikan bahwa seluruh proses telah dilakukan sesuai prosedur untuk menghindari potensi pelanggaran.

Eksekusi yang berlangsung selama beberapa jam ini mencerminkan kompleksitas penegakan hukum di Indonesia, di mana pertarungan antara kepentingan hukum dan dampak sosial menjadi perhatian utama.

(Red) 

 

Editor : Admin Rakyatjelata