SURABAYA | rakyatjelata.com – Delapan organisasi masyarakat (ormas) dan elemen warga Surabaya melayangkan protes keras terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya. Protes ini terkait dengan diloloskannya Eri Cahyadi sebagai calon Wali Kota Surabaya dalam Pilkada 2024.
Organisasi yang tergabung dalam aksi ini adalah:
1. LSM A2 PESIS
2. LSM LAS BOYO
3. LSM AKSI
4. LSM FASIS
5. LSM KOTAK
6. LSM SCWI
7. LSM KASIH
8. Perwakilan warga Surabaya
Mereka menyatakan keberatan atas keputusan KPU yang meloloskan Eri Cahyadi sebagai salah satu kandidat. Dalam pernyataannya, kelompok ini menilai ada indikasi ketidakadilan dalam proses seleksi calon, dan meminta KPU untuk memberikan klarifikasi terkait keputusan tersebut. Gerakan ini mempunyai dasar yang kuat bahwa setiap peserta pemilu wajib hukumnya terbebas dari segala urusan hukum. Tetapi nyatanya Eri yang mempunyai perkara hukum terkait pemecatan seorang dokter masih belum di jalankan perintah putusannya sehingga berpotensi mengganjal proses pencalonannya.
“Kami menduga ada pelanggaran dalam proses verifikasi administrasi dan tahapan pencalonan. KPU harus transparan dalam menjalankan tugasnya, kasus hukum yang sudah inkrah menyatakan bahwa Eri harus segera di eksekusi menunjukan bahwa pencalonannya adalah cacat hukum,” ujar Cipto Kordinator Aksi.
Selain itu, warga Surabaya yang tergabung dalam protes tersebut menuntut KPU untuk menjaga integritas dan netralitas dalam pelaksanaan Pilkada 2024.
“Surabaya membutuhkan pemimpin yang benar-benar dipilih dengan proses yang adil dan terbuka, dan perkara hukum yang di menangkan oleh seorang Dokter melawan Eri menunjukan bahwa Walikota ini sangat arogan sehingga pengadilan menjatuhkan putusan bahwa Eri telah bersalah karena memecat seorang Dokter yang statusnya pegawai negeri. Dan kejamnya lagi, Pensiunan Dokter ini tidak dapat di akses olehnya. Beginikah seorang Walikota memperlakukan warganya dengan adil. Katanya dia seorang pemimpin yang adil dan amanah, mana buktinya?"
ungkap seorang warga yang ikut aksi.
Aksi protes ini telah dilaporkan kepada KPU Kota Surabaya, dan mereka menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak KPU maupun dari Eri Cahyadi.
Pilkada 2024 di Surabaya kini memasuki babak baru dengan dinamika yang semakin memanas, seiring meningkatnya perhatian publik terhadap proses pemilihan calon pemimpin kota Surabaya.
(Ki/Red)
Editor : Admin Rakyatjelata