rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Menjelajah Jejak Sejarah: "Petualangan Wisata Kota Tua Surabaya"

Foto : Wisata Kota Tua Surabaya (Doc :Kiki)
Foto : Wisata Kota Tua Surabaya (Doc :Kiki)

SURABAYA | rakyatjelata.com - Tersembunyi di antara lorong-lorong sempit dan bangunan bersejarah, Kota Tua Surabaya yang menawarkan pengalaman wisata serta memikat bagi para pecinta sejarah dan penjelajah budaya sangatlah eksotis bila di cermati kembali secara mendalam. Apalagi Surabaya memiliki nama sebagai kota Pahlawan tetap melekat hingga kini. Tentu akan menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi masyarakat Surabaya nantinya bila wisata kota tua ini benar benar menjadi mercusuar sejarah sebuah pertempuran yang memanggil arek arek Suroboyo untuk bersiap kehilangan nyawanya ini benar benar sebuah panggilan jihad yang suci. 

Surabaya, 10 Juni 2024

Dalam upaya peningkatan kecintaan generasi muda kepada kota Surabaya, penulis mengajak untuk mengulas tentang pesona kota tua yang kaya akan sejarah, Dilihat dari bangunan kolonial Belanda yang megah hingga warung kopi tua yang menyimpan cerita-cerita masa lalu. Menceritakan pengalaman beberapa wisatawan yang mengeksplorasi jalan-jalan kecil kota tua, mengunjungi museum-museum kecil yang menghidupkan kembali sejarah kerajaan Ujung Galuh dan kerajaan lainnya serta menikmati kuliner khas yang telah melekat sejak berabad-abad yang lalu. Sungguh sangat Eksotis sekali. 

Seorang anggota KCVRI (Korps Cacad Veteran Indonesia) pernah menjelaskan pada saat beliau masih hidup, "Kota tua Surabaya adalah jendela ke masa lalu yang tak ternilai harganya. Bangunan-bangunan di sini adalah saksi bisu dari perjalanan panjang kota ini.jika ini hilang siapa yang akan bercerita kepada anak cucu kita bahwa dulu pernah terjadi pertempuran hebat yang di lakukan oleh arek arek Suroboyo serta seluruh masyarakat sekitarnya yang turut bertempur melawan penjajah. Tentu iki gak iso di baleni rek (Tentu ini tidak bisa di ulang lagi rek)."
Tutur Mukari seorang anggota Polisi Istimewa yang kehilangan kakinya karena pertempuran. 

Bersamaan dengan itu seorang anggota Resimen Yudha Putra binaan Kodim 0832 Surabaya Hendro Purnomo berharap agar nilai juang 45 tetap harus di miliki arek Suroboyo. Entah dengan apa caranya yang terpenting semangat itu jangan sampai musnah. 

"Anak anak muda di kota Pahlawan ini seharusnya tetap mewarisi nilai juang 45 yang pernah di miliki oleh para pejuang kita dahulu kala, semangat itu wajib di tularkan hingga generasi ke generasi." Himbaunya. 

Beberapa wisatawan juga berbagi pengalaman mereka tentang betapa menginspirasinya petualangan mereka di kota tua ini. Apalagi kisah peperangan yang terjadi pada 10 November 1945 sangatlah membekas dan menjadi catatan kelam sejarah Surabaya.

Sejarah panjang Surabaya, dari masa kejayaan kerajaan Majapahit hingga masa penjajahan Belanda dan perjuangan kemerdekaan, memberikan latar belakang yang kaya untuk pengalaman wisata di kota tua ini. Data statistik tentang jumlah wisatawan yang mengunjungi kota tua setiap tahun juga dapat digolongkan untuk memberikan pemahaman tentang popularitas destinasi ini. Disbudparpopar kota Surabaya dalam hal ini sangatlah berperan besar untuk menjaga eksistensi semua cagar budaya yang ada di kota Surabaya jangan sampai hilang. Bukan hanya dinas saja yang berkepentingan namun seluruh masyarakat harusnya ikut menjaga kelestarian semua cagar budaya yang ada. 

Dengan pesonanya yang tak tertandingi, Kota Tua Surabaya menawarkan lebih dari sekadar wisata biasa; ini adalah perjalanan melintasi waktu yang membawa kita kembali ke akar budaya dan sejarah yang mendalam. Seperti kisah pertempuran 10 November 1945 yang di kenal dunia sebagai perang kota yang mengerikan. (Kiki/Red) 

Editor : Admin Rakyatjelata