rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Parah! Humas PT. Nindya Karya Menemui Para Awak Media Dibawah Pohon

avatar rakyatjelata.com
Berbagai awak media (Jurnalistik) Karawang saat ditemui Humas PT. Nindya Karya dibawah pohon. (Foto: istimewa/dok/rj/@di)
Berbagai awak media (Jurnalistik) Karawang saat ditemui Humas PT. Nindya Karya dibawah pohon. (Foto: istimewa/dok/rj/@di)

KARAWANG | rakyatjelata.com-Berawal dari adanya beberapa keluhan Petani di Kecamatan Banyusari dan sekitarnya terkait dampak Pembangunan Rehabilitasi Saluran Induk Bendung Walahar BP.TUT 14 yang dikerjakan oleh PT. Nindya Karya, para awak media kemudian melakukan upaya konfirmasi kepada pihak BBWS Citarum Jawa Barat yang dalam hal ini bertindak sebagai penyelenggara melalui surat konfirmasi yang dilayangkan pada 4 Januari 2024, dengan nomor surat 001/SE/Konfirmasi/l/2024 yang dikirimkan melalui POS dan email.dikutip dari media jendralnews.co.id, Jum'at (26/1/2024).

Selain itu, para awak media juga mengirimkan tembusan kepada pihak terkait lainnya mulai dari Kementerian PUPR Republik Indonesia cq Dirjen SDA, PT. Nindya Karya, Gubernur Jawa Barat, Bupati Karawang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, PJT ll Kabupaten Karawang, Dinas PUPR Kabupaten Karawang, Ketua Komisi lll DPRD Kabupaten Karawang, Camat Banyusari serta kepada Ketua Forum Masyarakat Tani Banyusari.

Usai dilayangkannya surat tersebut, kemudian selang beberapa hari ada pihak yang mengaku sebagai HUMAS dari PT. Nindya Karya dan mengajak duduk bersama di sebuah warung pinggiran jalan disekitar proyek tersebut berlangsung.

Terkait hal tersebut, Nunu Nugraha selaku perwakilan awak media mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat kecewa dan merasa tidak dihargai dan disepelekan.

“Kami kecewa dan merasa tak dihargai, karena sebelumnya kami melakukan konfirmasi tertulis kepada pihak BBWS Jawa Barat, tapi kok malah pihak pelaksana yang seperti kebakaran jenggot? malah mengundang kami untuk ngobrol dipinggir jalan dengan bahasa mau menanggapi konfirmasi kami atas perintah dari pihak BBWS,” ungkapnya. Senin (22/1)


Bahkan, Nunu menilai bahwa pihak Humas PT. Nindya Karya tidak profesional, padahal pihaknya menempuh jalur konfirmasi yang santun melalui surat menyurat lewat POS dan juga email.parahnya lagi menemui para awak media dibawah pohon,apakah sekelas pemenang tender ratusan milyar tidak ada kantor sementara.

“Kami menilai bahwa pihak Humas tidak profesional dalam menjalankan tugasnya, apakah memang sekelas perusahaan BUMN tersebut tidak membuka kantor cabang di Karawang? sampe saya diundang dipinggir jalan, itupun gak resmi, hanya undangan melalui seseorang yang mungkin punya akses dengan pihak Humas, jelas kami merasa tak dihargai dan merasa mereka seolah meremehkan profesi kami dengan cara seperti itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nunu mengaku bahwa dalam pertemuan tersebut pihak Humas sempat menyebut bahwa pihak BBWS tak akan mau turun untuk mengurusi masalah dilapangan, dengan bahasa yang seolah tidak ada hubungan baik antar keduanya.

“Pihak Humas sempat ngomong begitu, dan saya malah berspekulasi dengan keterangan tersebut, terlebih surat konfirmasi yang kami layangkan hingga kini sama sekali belum ada balasannya, kenapa yang muncul malah Humas dengan bahasa mau memberikan keterangan, padahal kan kami hanya memberikan tembusan saja kepada pihak PT. Nindya Karya, bukannya surat permohonan konfirmasi,” jelasnya.

Ia juga mengaku akan menyurati kembali pihak BBWS, sesuai jalur yang ditempuhnya sejak awal, karena dirinya sedang menjalankan profesionalitas sebagai media melalui konfirmasi tertulis.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi bersama tim kuasa hukumnya untuk membahas tentang surat pengaduan ke BPK RI.

Sementara itu, A (inisial) selaku pihak yang mengaku sebagai jajaran Humas di PT. Nindya Karya saat dimintai tanggapannya melalui pesan singkat aplikasi whatsapp terkait surat konfirmasi,bahwa terkait apa yang dikonfirmasikan tersebut sebelumnya sudah dijelaskan dalam audiensi yang telah dilaksanakan.“Semua sudah di jelaskan di acara audiensi di kec banyusari yg di hadiri oleh camat, lurah, media dan petani terkait pembangunan saluran induk tarum utara,” pungkasnya (red)

Editor : hendro