rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Soal Kasus Pengroyokan Siswa SMK, Moclhasin Afan: Pelaku Harus di Tindak Tegas.

Bojonegoro - Ketua Komisi C DPRD (dewan pimpinan rakyat daerah) Kabupaten Bojonegoro, Moclhasin Afan, SH mengaku kaget sekaligus prihatin dengan adanya kasus pengeroyokan yang melibatkan anak-anak pelajar SMK Negeri 5 Bojonegoro.

Dalam kasus tersebut Afan berharap ada tindakan tegas terhadap para pelaku agar mereka semua jera. Dan jika para pelaku dibiarkan lolos dari hukumannya pasti tidak ada efek jera untuk yang lain. Bahkan kesalahan yang sama akan terus terulang lagi.

Baca Juga: Sekdin Makassar Apresiasi SIT Darul Fikri Makassar yang Deklarasi Program Sekolah Berbasis Riset

"Memang kasus pembullying dan pengeroyokan ini semakin menjadi trending dikalangan pelajar. Maka dari itu ini semua bukan menjadi tanggung jawab guru saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab orang tua supaya lebih tegas lagi dalam memberikan pendidikan dan bimbingan.

Sementara itu, Cefi Azmil Halwan selaku Waka Kesiswaan SMK 5 membenarkan bahwa beberapa waktu kami telah di panggil oleh polres Bojonegoro.

"Iya betul kemarin Rabu tgl 10 kami dapat panggilan dari Polres Bojonegoro. Dan untuk jumlah pertanyaan nya dari pihak polisi saya tidak menghitung. Untuk hasilnya Insyaallah akan dijadwalkan dilakukan mediasi oleh pihak polres antara pelapor dan terlapor."ucapnya

Baca Juga: Diduga Ada Penawaran Pembayaran Perbulan Kepada Orang Tua Wali Murid Yang Baru Saja Mendaftar

Saat disinggung jika pihak terlapor tidak mau berdamai dan ingin tetap berlanjut kasusnya, Azmil menjawab, untuk pihak sekolah akan berusaha semaksimal mungkin untuk memediasi permasalahan tersebut. Kami berharap hasil yang terbaik untuk semua pihak.

"Kami yakin semua pihak juga akan memberikan dukungan agar permasalahan ini bisa terselesaikan dengan baik.

Terpisah, Pinto Utomo selaku Kuasa Hukum pelapor mengaku menyerahkan kasus ini ke pihak berwajib, dan berharap pihak polisi dapat menghukum para pelaku sesuai dengan ketentuan agar mereka jera.

Baca Juga: Shofwan Hidayat : Tidak akan ada penahanan ijazah. Yang tidak mampu silakan bawa SKTM

"Biarlah semua berjalan sesuai hukum yang ada. Karena jika hal seperti ini di biarkan, nanti ya akan diulang kembali. Hukum biar tetap berjalan, agar para pelaku mendapatkan efek jera. Dan biar menjadi contoh untuk para anak muda lain supaya berfikir lagi dengan matang jika melakukan hal yang melanggar hukum."tuturnya

"Selain itu biar menjadi Warning bagi para orang tua supaya lebih ketat lagi mengawasi perilaku putra-putrinya, sehingga hal yang sama tidak terjadi lagi dikemudian hari."Tambah Pinto Utomo

Editor : arif