rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Siswa SMP 2 Dongko Bersama ECOTON serta Pokdarwis dan Tim Ekspedisi Sungai Gelar Biomonitoring

Foto : Para Siswa SMP 2 Dongko sedang memeriksa biotilik
Foto : Para Siswa SMP 2 Dongko sedang memeriksa biotilik

TRENGGALEK | rakyatjelata..com -  Pengelola Desa Wisata Desa Pandean Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek bersama Tim Ekspedisi Sungai Trenggalek serta pelajar SMP 2 Dongko berkolaborasi bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewi Arum Pulosari, dan Ecological Observation and Wetland Conservation atau ECOTON dalam agenda Ekspedisi Sungai Trenggalek menyelenggarakan kegiatan pemantauan kualitas air dengan indikator biotilik. Jenis kegiatan Biomonitoring seperti ini sudah sepatutnya di laksanakan di dalam program sekolah, agar pemahaman para generasi terkait sungai dapat di serap dengan baik oleh para pelajar. 

Kegiatan Biomonitoring ini bertujuan untuk menjaga keselarasan dengan kegiatan sustainable tourism. Hal itu sangat bermanfaat untuk penyelamatan ekosistem.

Baca Juga: Remaja Surabaya Hanyut Terseret Deras Hujan di Sungai Simo Hilir

Dengan membentuk komunitas, para Siswa SMP 2 Dongko ini berharap dapat memantau secara rutin kondisi sungai Konang.

Dalam kesempatan ini Ketua Pokdarwis Dewi Arum Pulosari, Desa Wisata Pandean, Ririn Setyo Widihastuti, mengatakan para pelajar menyikapi kondisi Sungai Konang di Desa Pandean, Kecamatan Dongko semata mata ingin ikut melestarikan dan memelihara sungai Konang.

“Kegiatan ini di harapkan mampu menambah pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dan menjaga Sungai Konang dari kerusakan” kata Ririn.

Sebagai pelajar kelas 9 SMPN 2 Dongko, Adinda Deviansari mengatakan bahwa kegiatan pemantauan kualitas air ini dengan indikator biotilik di Sungai Konang dilakukan dengan menggunakan perawatan sederhana. 

"Kami menggunakan Alat seperti jaring, nampan, sendok, kuas, dan gayung untuk memantau kualitas air." Terang Adinda. 

"Biotilik hidup di dasar sungai, daun, semak, dan di balik bebatuan. Untuk mendapatkan biotilik digunakan jaring, bebatuan dibolak balik dan digosok dengan sikat agar biotiliknya terlepas dari batuan, semak dan ditangkap dengan jaring,” ucap Adinda.

Biotilik yang tertampung dalam jaring ditumpahkan dalam nampan untuk dipilah dengan sendok lalu ditaruh ke dalam kotak es sesuai dengan jenisnya.

Baca Juga: Ditemukan Tewas, Pria Tenggelam di Sungai Ngagel

"Total biotilik yang kami tangkap sebanyak 100 individu dan sebagian besar didominasi oleh biotilik toleran dan Tahan terhadap kondisi pencemaran, sedangkan biota sensitive hanya 20%” ungkap Lelyna Okta, pelajar kelas 9 SMPN 2 Dongko.

Para pelajar SMPN 2 Dongko itu merasa senang dengan pengetahuan dan informasi baru untuk mengenal lebih dalam keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar. Pengetahuan itu bisa membuat pelajar sadar tentang pentingnya kelestarian sungai Sungai Konang.

sensitif seperti anak capung, baetidae dan kunang-kunang.

“Meskipun kondisi air sungai Konang masuk kategori tercemar ringan, namun masih aman untuk kegiatan wisata” tambah Amirudin Muttaqin, tim peneliti Ekspedisi Sungai Trenggalek.

Selain melakukan kegiatan biomonitoring pelajar SMPN 2 Dongko juga mengukur kualitas air dengan parameter phospat, total dissolved solid, suhu, oksigen terlarut dalam air, amoniak, krom, nikel, besi dan konduktivitas.

Dari parameter fisika kimia yang diuji menunjukkan bahwa Kadar phospatnya tinggi sebesar 0,2 mg/l sedangkan amoniaknya 2,7 mg/l.

Kedua parameter itu termasuk di atas baku mutu air sungai. Sungai Konang saat ini masih tinggi kadar phospat dan amoniumnya karena adanya aliran irigasi persawahan.

“Kegiatan yang akan rutin kami lakukan adalah pemantauan kualitas air dengan biotilik sebulan sekali, uji kadar phospat. Hasil pemantauan akan dipasang di papan pengumuman agar bisa diketahui oleh warga Desa Pandean,” ungkap Alvin Yoga Pratama, Ketua Laskar Pelestari Sungai Konang.(*) 

 

Editor : Admin Rakyatjelata