Peran Penting Industri Tembakau, Jadi Tumpuan Hidup Ribuan Warga Bojonegoro

Bojonegoro - Indonesia, keberadaan sektor industri hasil tembakau juga melibatkan banyak industri turunan, sehingga memiliki efek ganda terhadap perekonomian dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, berbagai kebijakan terkait sektor ini harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait bersama lintas kementerian agar kebijakan yang dihasilkan akan berimbang dan adil.

Baca Juga: Minat Masyarakat Terhadap Ekonomi Syariah di Jawa Timur Terus Meluas

Direktur utama Koperasi Kareb melalui Sekretaris nya Widarko mengatakan, industri tembakau merupakan sumber pekerjaan bagi ribuan masyarakat Bojonegoro termasuk bagi petani tembakau.

“Oleh karena itu, dalam penyesuaian ke depan, yang didasari oleh alasan kesehatan masyarakat, perlu dilakukan secara hati-hati dan kalkulatif untuk menciptakan keseimbangan dan kesinambungan industri tembakau serta kesejahteraan masyarakat secara luas, tambahnya.

Widarko juga menjelaskan, Tembakau ini termasuk peninggalan nenek moyang kita yang wajib kita pertahankan dan dilestarikan karena ini termasuk sejarah. Dan tembakau adalah penghasil peningkat ekonomi untuk warga Bojonegoro, terutama para petani tembakau dan ibu-ibu.

"Untuk di Bojonegoro sendiri ada sekitar 13.000 warga Bojonegoro yang bekerja di pabrik tembakau. Dan koperasi kareb sendiri memiliki 6000 karyawan, dan dari sekian banyaknya karyawan di sini banyak sekali yang ekonominya terbantu, bahkan sangat meningkat pesat,"tuturnya

Bahkan, lanjutnya, dipabrik Redriying (koprasi kareb) sendiri banyak sekali para petani dari luar Bojonegoro yang menitipkan tembakaunya disini untuk di keringkan. Seperti petani dari Jember, Lumajang, Bondowoso, ada juga yang dari Bojonegoro (lokal).

"Jadi kami semua berharap pada pemerintah khusunya di Bojonegoro supaya melindungi dan melestarikan tembakau dan memberikan sprot kepada para petani tembakau. Karena hal itu dapat mengurangi angka pengangguran Yang ada di Kabupaten Bojonegoro ini,"harapnya

Baca Juga: Tabligh Akbar Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa 2023 Bank Indonesia

Widarko menerangkan, jika tidak ada tembakau / pabrik tembakau 13 000 masyarakat ini mau kerja dimana dan bagaimana dengan ekonominya. Bahkan orang yang kerja di tembakau itu menjadi lebih sukses dari yang berdagang.

Contoh kecil saja ada karyawan dia yang dari 0 bekerja redritung belum menikah sampai sudah punya anak. Dia sudah 25 tahun mengabdi di tembakau dan ijazahnya saja hanya SMP, tetapi dia mampu membangun rumah, mengangkat derajat orang tuanya, dan Sekarang punya anak.

"Bahkan sekarang anaknya sudah kuliah semua sukses dan menjadi pegawai semua dengan jabatan tinggi, ini bukti nyata bahwa pabrik tembakau mampu mengangkat ekonomi masyarakat, dan itu sudah banyak bukti nyata,"ungkapnya.

Untuk itu, dia pribadi sangat berterimakasih kepada bapak Yadi Purnomo yang sudah berjuang keras untuk Ribuan orang dari 0 sampai sekarang demi mempertahankan dan mengembangkan pabrik tembakau ini sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Bojonegoro.

Baca Juga: PolresTrenggalek Gelar `PadiSari`, Dorong Ekonomi Sektor Pariwisata

"Saya sebagai sekertarisnya melihat dan menyasikan sendiri bagaimana perjuangan pak direktur untuk sekian banyak ribuan orang agar dapat tetap berkerja, agar tetap mengakat ekonomi keluarga mereka."tambahnya

Dilokasi terpisah, salah satu karyawan Redriying (Koperasi kareb), Marbriah mengungkapkan, hidupnya telah digantungkan di redritung, dia sudah 25 tahun bekerja di pabrik redriying ini, dari masih muda sampai saat ini.

"Alhamdulillah saya sunnguh berterima kasih karena dengan adanya pabrik tembakau ini saya bisa mengangkat ekonomi orang tua saya, sampai saya juga bisa mensukseskan anak saya menjadi pejabat."tuturnya

"Dan untuk pak Yadi terimakasih banyak, karena padat karya yang di gelar oleh koperasi kareb ini telah menjadikan saya orang terpandang."tambahnya (Ar)

Editor : arif