Jangan Sampai Ketipu, Begini Tips Pilih Koperasi Simpan Pinjam Menurut Windarko

Bojonegoro - Sering kita mendengar banyak kasus bermodus koprasi Simpan pinjam yang tentu sangat meresahkan. Agar tidak salah, untuk itu kita harus melihat saat akan memilih dan kemudian menjadi anggota di suatu koprasi.

Lalu Gimana caranya mengetahui ciri-ciri koprasi yang dapat dipercaya?

Baca Juga: Ketua DPD RI Sebut Koperasi Bisa Bantu Kehidupan Nelayan dan Stabilkan Harga Ikan

Menurut Widarko sekretaris Koprasi kareb Bojonegoro, ada beberapa tips yang perlu kita ketahui, Tips itu antara lain:

Pertama, Koperasi tersebut memiliki legalitas yang jelas. Koprasi dapat dikatakan berkualitas apa bila memiliki legalitas resmi dari kementrian negara koperasi dan usaha kecil menengah indonesia. Legalitas ini sangat penting untuk menjadi bukti bahwa koprasi tersebut diakui oleh pemerintah, sehingga mustahil untuk terjadi penipuan atau tindak kriminal yang lain.

Kedua, melakukan rapat anggota tahunan (RAT) secara berkala. Dengan RAT yang dilakukan secara berkala setiap tahun, kita dapat mengetahui keadaan koperasi tersebut.

Ketiga, audit eksternal. Koprasi yang baik akan selalu melakukan audit eksternal, dimana nanti hasilnya dari audit tersebut akan disampaikan kepada anggota dan dinas terkait.

"Mengetahui beberapa tips diatas akan memberikan manfaat luar biasa, terutama bagi anda yang ingin bergabung dengan koperasi,"katanya Jum'at (1/12/2023)

Lebih lanjut, ujarnya, karena jika sudah disebut koperasi maka harus bisa mensejahterakan anggotanya,dalam proses pengelolaan koprasi. Kebanyakan di Bojonegoro ini koperasi banyak yang disalah gunakan. Seperti bunganya yang tinggi, dan bahkan cara menagihnya seperti rentenir saja.

"Untuk koperasi yang sehat maksimal bunganya sebesar 1,5 persen itu koperasi yang sehat dan cara menagihnya dengan sopan, memberi keringan dan memberikan manfaat untuk peminjam."terangnya

Selain itu, koperasi juga harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat, koperasi itu harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat semua. Karena jika koperasi hanya melakukan simpan pinjam saja, dijamin koperasi tersebut tidak akan berkembang.

Kemudian, Koperasi juga tidak hanya melakukan simpan pinjam saja, tetapi koperasi harus bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang besar agar semakin maju. Istilahnya koperasi harus berani sikomali, agar pondasinya semakin kuat.

"Contoh kecil saja bekerja sama dengan toko-toko dalam penjualan sembako, umkm atau juga bisa dalam transportasi."jelasnya

Lebih jelas ungkap Widarko Bagaimana dengan CU Sawitan? Menurutnya, Tentu saja CU Sawiran adalah Koperasi yang berkualitas terpercaya dan taat terhadap perundang-undangan yang berlaku serta memiliki kriteria seperti diatas.

Contohnya, koperasi kareb sendiri sudah menjadi sempel atau contoh koperasi yang baik, Koperasi kareb ini Direkturnya pak Yadi adalah ketua dari Argindo Jawa Timur (Asosiasi koprasi ritel Indonesia). Yang bertujuan merangkul semua koprasi di Indonesia supaya nanti bisa di ajak kerja sama, dikopin Jawa Timur.

"Untuk koperasi kareb ini sudah membimbing sejumlah koperasi, untuk di tanggal 1 November 2023 ini ada 1.330 koperasi, Koprasi aktif ada 778, Koperasi tidak aktif 552 dan Koperasi sudah lap RAT 232 serta Koperasi yang sudah ber NIK 344,"ujarnya

Windarko membeberkan, Koperasi kareb ini tidak hanya Melani simpan pinjam saja untuk para anggotanya, tetapi koperasi kareb ini juga membuka padat karya dan sudah memiliki 6000 pekerja untuk di Bojonegoro.

"Kebetulan koperasi kareb juga sudah meluas di 3 Kabupaten, pertama di kabupaten Tuban, lamongan, dan juga kabupaten Gresik,"tambahnya.

Widarko berharap, untuk Dinas perdagangan dan koperasi harus bisa memberantas koperasi-koperasi yang nakal atau yang abal-abal. Agar masyarakat tidak terjerat dalam hutang piutang yang memberatkan.

Seperti bank titik, pinjaman uang kaget, dan juga koperasi yang hanya dijadikan tempat untuk mencari bunga yang mencekik kepada anggotanya. Pihak Dinas koperasi harus bertindak tegas dalam menangani koperasi yang nakal-nakal ini.

"Koperasi yang nakal tidak hanya membuat resah para masyarakat yang menjadi anggotanya. Tetapi terkadang koperasi nakal ini seperti rentenir yang slalu membuat masalah dalam ekonomi masyarakat, mereka bukanya membantu tetapi mereka menjadikan anggotanya kadang penarikan uang, dalam bunga yang cukup besar,"pungkasnya

Editor : arif