rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Ada Apa Indonesia, Sejumlah Gerai Indomaret dan Alfamart Dikabarkan Tutup, LPAS Soroti Dampak Kebijakan Ekonomi

Foto : ilustrasi
Foto : ilustrasi

SURABAYA – Kondisi perekonomian nasional kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan sejumlah gerai waralaba ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart di beberapa daerah dikabarkan tutup dan tidak lagi beroperasi. Kamis, 28 mei 2026

Situasi tersebut semakin menjadi perhatian publik setelah muncul aksi unjuk rasa dari sejumlah karyawan toko waralaba di beberapa wilayah. Setelah sebelumnya mencuat di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, fenomena serupa disebut mulai terjadi di sejumlah daerah lain, termasuk Makassar dan beberapa kota lainnya.

Ketua LPAS, Iwan Suga, menilai kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari dampak kebijakan ekonomi yang dinilai kurang memperhatikan efek jangka panjang terhadap pelaku usaha dan pekerja.

Menurutnya, keberadaan program Koperasi Merah Putih yang mulai beroperasi di berbagai titik disebut turut mempengaruhi persaingan di sektor perdagangan ritel modern.

“Semua ini akibat benturan dan kebijakan yang bersifat seremoni. Coba dari awal dampaknya diperhatikan, tentu saja tidak akan terjadi seperti ini,” ujar Iwan Suga kepada media.

Ia juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang menurutnya saat ini tengah mengalami tekanan di berbagai sektor.

“Siapa bilang ekonomi Indonesia baik-baik saja. Buktinya banyak pedagang dan pengusaha mengeluh akibat kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat,” tandasnya.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen Indomaret maupun Alfamart terkait penyebab penutupan sejumlah gerai tersebut maupun kaitannya dengan aksi demonstrasi karyawan yang terjadi di beberapa daerah.

Pengamat ekonomi menilai perubahan pola konsumsi masyarakat, meningkatnya persaingan usaha, serta transformasi sistem distribusi dan perdagangan juga menjadi faktor yang perlu dikaji secara menyeluruh.

Masyarakat berharap pemerintah dapat segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan ekonomi yang berdampak langsung pada sektor usaha dan tenaga kerja, agar tidak memicu gelombang penutupan usaha maupun bertambahnya angka pengangguran di berbagai daerah. (Ki/Red)

Editor : Admin Rakyatjelata