rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Warga Terdampak Rencana Pembangunan Pasar Merasa Dikadali oleh Pemdes Purwoasri

avatar rakyatjelata.com

Bojonegoro - Sebanyak 3 dari 5 penghuni rumah di depan pasar yang terdampak rencana pembangunan pasar Desa Purwoasri, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, merasa dikadali oleh (Pemdes) pemerintah Desanya.

Informasi dari mereka bertiga, Pasalnya, Tanda tangan hadir saat sosialisasi sekitar dua bulan lalu diklaim oleh pemerintah desa sebagai tanda tangan kesepakatan telah menyetujui untuk bersedia angkat kaki.

Mereka menceritakan, awalnya sekitar tanggal 15 maret 2023 tepatnya sebelum bulan ramadhan, ia berlima dapat undangan sosialisasi ke balaidesa soal rencana akan di bangunnya pasar tersebut.

Yang dipahami mereka, dalam sosialisasi itu, pemdes menyampaikan agar mereka berlima segera angkat kaki dengan meningkat rumahnya dari tempatnya dengan batas hingga akhir Mei 2023 dan mereka di suruh tanda tangan hadir.

Setelah beberapa hari, dan karena alasan ekonomi, Mereka merasa batas yang diberikan oleh Desa untuk angkat kaki begitu singkat, mereka tidak punya cukup uang segera angkat kaki yang juga membutuhkan biaya.

"Waktu itu kami minta tolong ke seseorang untuk menyampaikan keberatan kami ke pihak desa, Tapi orang itu mendapat jawaban bahwa kami telah menyetujui angkat kaki akhir bulan mei 2023 dengan dasar kami telah tanda tangan sepakat,"ungkapnya

"Padahal waktu itu yang kami tau itu tanda tangan daftar hadir, bukan tanda tangan kesepakatan, namun kok jadi begini,"tuturnya menambahkan.

Karena merasa janggal, Akhirnya saat hari raya idul Fitri ke-2 malam, Sambil halal bihalal mereka memberanikan diri meminta klarifikasi terkait tanda tangan kesepakatan yang mereka sendiri tak merasa tanda tangan itu ke Kepala Desa.

"Malam itu, Kades tidak menjawab pertanyaan itu, Pak kades malah menyuruh kami tanya ke Pak Kepala Dusun. Tapi pak kades berjanji akan memberi kompensasi serta kami masih boleh tinggal jika belum punya biaya,"ujarnya

Bagai di sambar petir, Ketenangan hati yang mereka rasakan setelah mendapat kata - kata pak kades yang memberi kelonggaran pada mereka saat idul fitri malam lalu seketika langsung ambyar.

Ambyarnya hati itu lantaran, Senin tadi (15/5/23) mereka dapat surat peringatan yang perintahnya agar segera melakukan pembongkaran sesuai kesepakatan, Padahal mereka selama ini merasa belum sepakat dan kompensasi yang dijanjikan belum juga ada kejelasan.

Menanggapi surat peringatan itu, dan sesuai petunjuk pak Kades saat idul Fitri lalu, malam tadi sekitar pukul 18:30 wib, mereka mendatangi rumah tinggal pak Kasun di RT 24 RW 06. Mereka mananyakan perihal tanda tangan kesepakatan tersebut.

Selain itu, mereka juga menyampaikan, bahwa mereka sadar, bahwa tanah yang ditempatinya puluhan tahun itu milik desa, namun begitu mereka berharap, Desa memberikan kompensasi karena mereka tak punya biaya untuk angkat kaki.

Pantauan media ini, Tampak diraut wajah mereka jawaban yang diberikan oleh pak kasun kurang memuaskan hati mereka, salah satunya penyebabnya Pak Kasun ngotot warga telah tanda tangan sepakat saat sosialisasi dibalaidesa, yang mereka sendiri tidak merasa.

Meskipun begitu, Pak Kasun yang mengaku yang bukan tim pelaksana (Timlak) rencana pembangunan pasar Desa Purwoasri ini akan menyampaikan aspirasi warga terdampak rencana pembangunan ini ke kepala Desa.

Data yang di himpun media ini, sebenarnya ada sekitar dibawah 20 rumah yang menempati tanah Desa tersebut, namun yang terkena dampak rencana pembangunan ada 4 rumah dan satu toko, 2 rumah telah membongkar rumahnya, 2 rumah dan 1 toko masih bertahan, menunggu kompensasi dari desa karena tak punya biaya (Arh)

Editor : arif