rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Forkot Desak Satgas MBG Tutup SPPG Pangorayan, Soroti Persoalan Menu dan Pengelolaan Air Limbah

avatar rakyatjelata.com
SPPG Pangorayan yang berada di kecamatan Proppo, Pamekasan Madura (Foto: Dok rakyatjelata/fen)
SPPG Pangorayan yang berada di kecamatan Proppo, Pamekasan Madura (Foto: Dok rakyatjelata/fen)

PAMEKASAN I rakyatjelata.com – Aktivis Forum Kota (Forkot), Samsul Arifin, mendesak Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Pamekasan yang dipimpin Sukriyanto segera mengeluarkan rekomendasi penutupan SPPG Pangorayan di Kecamatan Proppo. Desakan itu muncul menyusul sejumlah persoalan yang dinilai telah mencederai pelaksanaan program MBG.

Menurut Ketua Samsul, SPPG Pangorayan menjadi sorotan setelah menyajikan menu kebab viral yang mendapat penolakan dari pihak MI Miftahul Ihsan. Selain itu, dapur MBG tersebut juga diduga memiliki persoalan dalam pengelolaan limbah cair.

"IPAL memang sudah terpasang. Namun, untuk memastikan layak atau tidaknya, harus ada hasil uji laboratorium," ujar samsul, jum'at (26/6/2026).

Aktivis akrab disapa Gerad menjelaskan, limbah cair dari dapur MBG tersebut diketahui dialirkan ke saluran irigasi sehingga berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan.

"Persoalan di SPPG Pangorayan bahkan lebih serius dibanding kasus menu marinasi di SPPG Buddagan karena tidak hanya menyangkut makanan, tetapi juga aspek pembangunan dan pengelolaan lingkungan," tegasnya.

Forkot menilai, dengan berbagai persoalan yang mencuat, Satgas MBG Pamekasan tidak lagi memiliki alasan untuk menunda langkah tegas.

"Kami mendesak agar rekomendasi penutupan SPPG Pangorayan segera diterbitkan demi menjamin keamanan pangan, menjaga kualitas lingkungan, serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG di Pamekasan," pungkasnya.

Editor : hendro