rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

"Jangan Asal Muasal!" Nanang Komarudin Minta Evaluasi Kinerja Dapur dan Ahli Gizi MBG Kecamatan Tempuran

avatar rakyatjelata.com
Pemerhati hukum dan kebijakan publik, Nanang Komarudin SH., MH (Foto: Dok istimewa)
Pemerhati hukum dan kebijakan publik, Nanang Komarudin SH., MH (Foto: Dok istimewa)

KARAWANG | rakyatjelata.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan di wilayah Kecamatan Tempuran menuai kritik tajam dari pemerhati hukum dan kebijakan publik, Nanang Komarudin SH., MH. Ia menilai pelaksanaannya belum berjalan sesuai tujuan, bahkan menyebut tenaga ahli gizi yang bertugas diduga hanya "makan gaji buta".Minggu (21/06/2026).

 Menurut Nanang, masalah utama terlihat dari kualitas rasa dan variasi menu yang disajikan. “Harusnya ada komunikasi dengan siswa, agar menu sesuai selera. Jangan asal muasal saja. Akibatnya banyak makanan tidak habis, mubazir, dan siswa kurang selera karena rasanya hambar serta membosankan,” tegasnya.

 Ia menyoroti peran ahli gizi yang seharusnya mengatur takaran, variasi, dan cita rasa makanan agar disukai sekaligus bernutrisi. “Kalau menunya begitu-begitu saja dan rasanya tidak berubah, apa bedanya dengan tidak ada ahli gizi? Ini jelas terkesan mereka hanya menerima gaji tanpa bekerja maksimal,” ujarnya.

 Nanang menegaskan kondisi ini perlu segera ditindaklanjuti. “Kinerja koki dan ahli gizi di dapur pusat MBG wilayah Tempuran harus segera dievaluasi. Jangan sampai program yang baik dan menggunakan dana negara justru menjadi sia-sia karena pelaksanaannya tidak profesional,” pungkasnya.

 

 

@di

Editor : hendro