KARAWANG | rakyatjelata.com - Kabar mengejutkan datang dari lingkungan Pemerintah Desa Talunjaya, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang. Sosok Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Subur Tani Enjang Qusyairi dikabarkan telah mengajukan atau melakukan pengunduran diri dari jabatannya. Langkah mendadak ini sontak memicu kehebohan dan memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pengunduran diri tersebut dilakukan di tengah sorotan publik yang selama ini mempertanyakan kinerja dan transparansi pengelolaan badan usaha milik desa tersebut. Padahal, masa jabatan atau periode pengelolaan seharusnya masih berjalan, sehingga keputusan untuk mundur dinilai sangat mendadak dan tidak biasa.
"Kaget mendengar berita dia mengundurkan diri. Padahal baru beberapa waktu lalu kami juga mempertanyakan soal pengelolaan keuangan dan program yang tidak jelas. Kenapa baru sekarang mundur? Apakah ada sesuatu yang ditutup-tutupi atau ada tekanan tertentu?" ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (17/04).
Masyarakat menilai bahwa pengunduran diri ini justru menambah daftar pertanyaan yang belum terjawab. Banyak yang menduga langkah ini diambil untuk menghindari pertanggungjawaban atas pengelolaan dana dan aset desa selama menjabat. Warga menuntut penjelasan resmi mengenai alasan sebenarnya di balik mundurnya direktur tersebut, serta bagaimana nasib aset dan keuangan BUMDes yang ditinggalkan.
"Kalau memang bersih dan bekerja dengan baik, seharusnya tidak perlu mundur sebelum waktunya. Ini malah bikin curiga, jangan-jangan ada masalah besar yang mau terbongkar makanya buru-buru mundur," tambah sumber lain.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi maupun surat keputusan tertulis yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa Talunjaya terkait pengunduran diri tersebut.Masyarakat pun menunggu langkah selanjutnya, apakah akan dilakukan audit mendalam atau pemeriksaan terhadap pertanggungjawaban terakhir sebelum direktur tersebut meninggalkan jabatannya. Kades Talunjaya dikonfirmasikan via telepon lebih memilih bungkam dan tidak merespon, sama dengan direktur BUMDes hanya merespon mengirim file PDF surat pengunduran dirinya. (@di)
Editor : hendro