rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Mahasiswa UNESA Angkat Novel Di Kaki Bukit Cibalak Lewat Film “Di Ujung Pematang”

SURABAYA | rakyatjelata.com - Mahasiswa UNESA Program Studi Sastra Indonesia tengah menyiapkan proyek ekranisasi berjudul Di Ujung Pematang, sebuah film yang diadaptasi dari novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari. Proyek ini menjadi bagian dari tugas mata kuliah Ekranisasi. 

Muhammad Syahril, selaku asisten produksi, menjelaskan bahwa perubahan judul dari karya asli dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi produksi. Selain faktor kreatif, perubahan lokasi dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, tepatnya Surabaya dan Sidoarjo, juga dipengaruhi keterbatasan anggaran.

Baca Juga: Line Of Duty Mengangkat Kisah Seorang Wartawan Online Yang Berani

“Karena di Sidoarjo tidak ada bukit seperti di novel, kami lebih menonjolkan visual persawahan sebagai pengganti latar,” ujarnya.

Naskah film ditulis oleh Citra Paradisa sebagai penulis pertama, dengan proses pengerjaan hingga final draft memakan waktu sekitar tiga minggu. Namun, revisi tetap dilakukan selama proses berjalan, terutama untuk menyesuaikan dialog dengan kenyamanan para aktor.

Kayla, Produser Film mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam produksi ini adalah menyatukan visi tim yang berasal dari kelas berbeda, serta keterbatasan waktu dalam proses casting. “Audisi hanya berlangsung satu hari, selebihnya kami mencari aktor melalui rekomendasi, termasuk dari alumni teater,” jelasnya.

Baca Juga: Perankan Soekarno dalam Film "Soera Ing Baja", Wali Kota Eri : Kehadiran Presiden RI ke Surabaya Bentuk Pengakuan

Asisten produksi mengatakan bahwa proses shooting dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20, dengan lokasi pengambilan gambar di Surabaya pada hari pertama, dan Sidoarjo pada dua hari berikutnya.

Film ini melibatkan 16 aktor utama, ditambah sejumlah pemeran pendukung sebagai warga dan pegawai kantor. Meski demikian, pada tahap reading awal, para pemain masih menghadapi kendala dalam membangun chemistry karena baru pertama kali bertemu.

Selain itu, Samsul Muarif setiawan S. Ikom. Ketua KFAK ( Komunitas Film Anak Kampung ) memberikan penjelasan bahwa proses shooting film ini wajib hukumnya melalui beberapa tahapan.

"Kita lalui beberapa proses sebelumnya, Setelah melalui beberapa kali reading,Harapan kami untuk produksi ini tentu bisa berjalan lancar, solid secara tim, dan menghasilkan karya yang berkualitas serta bisa memberikan dampak positif bagi semua yang terlibat." Bebernya 

Meski berangkat dari tugas kuliah, proyek ini diharapkan mampu menjadi karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan sosial yang kuat. (Rizal/Team)

Editor : Admin Rakyatjelata