KARAWANG | rakyatjelata.com - Publik kembali dibuat geram dengan sikap birokrasi yang dinilai tidak transparan dan tertutup. Kini giliran Mulyadi Tim pemeriksa Dana Bos SMPN dibidang Pendidikan Dasar ( Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang yang menjadi sorotan tajam.
Sikap tersebut terlihat ketika pihaknya dikonfirmasi terkait dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 1 Ciwet. Alih-alih memberikan penjelasan atau keterangan resmi untuk meluruskan masalah, Mulyadi justru terlihat enggan berkomunikasi dan memilih bersembunyi di balik kesibukan.
"Kami sudah berulang kali mencoba mengonfirmasi dan meminta keterangan terkait kondisi keuangan serta pengelolaan dana BOS di SMPN 1 Ciwet. Namun respon yang kami dapat justru sangat mengecewakan. Beliau lebih memilih bilang sibuk, tidak ada waktu, atau bahkan menghindar saat ditemui," ungkap sumber yang memantau kasus tersebut, Kamis (09/04).
Padahal, sebagai Tim pemeriksa Dana BOS SMPN bertanggung jawab teknis di tingkat dinas, masyarakat menuntut adanya kejelasan mengenai aliran dana dan pertanggungjawaban yang ada di sekolah tersebut. Sikap yang terkesan menutup diri ini justru memicu spekulasi kuat bahwa ada hal yang sedang ditutup-tutupi.
"Kalau memang tidak ada apa-apa, seharusnya dengan senang hati memberikan penjelasan. Ini justru malah menghindar terus. Padahal tugasnya memeriksa anggaran BOS semua SMPN sekabupaten karawang. Kenapa harus takut atau malas dikonfirmasi?" tanya perwakilan warga sekitar SMPN 1 Cilamaya Wetan.
Hingga berita ini diturunkan, upaya untuk mendapatkan klarifikasi langsung dari Mulyadi Tim pemeriksa BOS masih menemui jalan buntu. Pihaknya tetap memilih untuk diam , tanpa memberikan kepastian kapan siap memberikan keterangan terkait kasus yang menjerat SMPN 1 Ciwet tersebut.
@di
Editor : hendro