KARAWANG | rakyatjelata.com - Suasana di SMA Negeri 1 Cibubaya kini tengah menjadi sorotan publik usai mencuatnya dugaan kasus tindak asusila yang melibatkan oknum di lingkungan sekolah tersebut. Kabar ini tentu saja mengejutkan dan memicu kemarahan besar dari warga serta para orang tua murid.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, dugaan peristiwa tidak senonoh ini diduga telah terjadi dan diketahui oleh pihak keluarga korban. Namun yang menjadi sorotan tajam, hingga saat ini belum ada tindakan tegas maupun keterangan resmi yang disampaikan kepada publik.
Bahkan, sumber menyebutkan Kepala Sekolah hingga kini masih bersikap diam seribu bahasa atau "bungkam". Pihak kepala sekolah diduga berusaha menutup-nutupi kasus tersebut dan meminta pihak-pihak yang mengetahui peristiwa itu untuk tidak menyebarkan informasi atau membungkam kebenaran.
"Kami sebagai orang tua murid sangat kecewa dan marah. Kasus semacam ini sangat berat dan merusak citra sekolah, apalagi jika ada upaya untuk menutup-nutupinya. Kepala sekolah seharusnya bertanggung jawab dan bersikap transparan, bukan justru membungkam agar masalah ini tidak meluas," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (08/04).
Warga dan komunitas peduli pendidikan menuntut agar kasus ini tidak dijadikan komoditas politik atau dinyanyikan lain di atas kertas. Mereka mendesak agar pihak berwenang, baik dari Dinas Pendidikan propinsi jawa Barat maupun kepolisian, segera turun tangan melakukan investigasi mendalam untuk mengusut tuntas kebenaran di balik dugaan asusila tersebut.
"Jangan sampai ada oknum yang melindungi sesama atau membiarkan pelaku bebas. Keadilan harus ditegakkan demi nama baik sekolah dan masa depan siswa," tegasnya.
Sementara itu, upaya untuk mengonfirmasi hal ini kepada pihak Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cibubaya hingga berita ini diturunkan masih menemui jalan buntu. Pihak kepala sekolah diketahui enggan memberikan komentar atau konfirmasi apapun terkait pemberitaan dan tuduhan yang menjeratnya tersebut. Hanya dari Humas KCD merespon akan segera menghubungi kepala sekolah agar bisa memanggil yang bersangkutan, jawab singkatnya.
@di
Editor : hendro