KARAWANG | rakyatjelata.com - Sejumlah warga dan orang tua murid di salah satu Sekolah Dasar (SD) Dayeuhluhur 2 yang berada di wilayah koordinasi Pembinaan Pendidikan (Korwil Cambidik) Tempuran menyatakan penolakan keras terhadap rotasi dan mutasi kepala Sekolah.
Mereka menilai bahwa kebijakan tersebut akan berdampak buruk terhadap kelancaran proses belajar mengajar serta kualitas pendidikan anak-anak di sekolah tersebut.
Menurut keterangan perwakilan orang tua murid, penolakan ini didasari oleh beberapa alasan kuat. Pertama, kepala sekolah yang saat ini sudah memiliki ikatan emosional yang kuat dengan siswa serta sudah memahami karakteristik masing-masing anak. Kedua, adanya kekhawatiran jika kepala sekolah diganti secara mendadak, maka adaptasi siswa terhadap metode pengajaran baru akan memakan waktu dan berpotensi mengganggu konsentrasi belajar.
"Kami memahami adanya aturan mutasi, namun kami berharap pihak dinas pendidikan dan kebudayaan dapat mempertimbangkan kondisi di lapangan. Anak-anak sudah nyaman dan paham ,rotasi dan mutasi bukannya penyegaran tetapi menjadi penyiksaan," ujar salah satu orang tua murid, Senin (07/04).
Keluhan itu menurut narasumber juga bukan di SDN Dayeuhluhur saja melainkan ada kepala sekolah yang pernah terjadi kecelakaan dan selalu diantar anaknya. "Kalau ke sekolah SDN Dayeuhluhur 1 di rotasi ke SDN Pagadungan 1 kan jadi tambah jauh," ungkapnya.
Selain itu, warga juga berharap agar pihak Korwil Cambidik Tempuran dapat menampung aspirasi ini dan melakukan evaluasi ulang terkait kebijakan rotasi tersebut, dengan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi peserta didik.orang tua murid berharap ke korwil cambidik untuk tidak melakukan Sertijab dulu, kalaupun aspirasi tidak didengar kami para orang tua murid akan mendatangi kantor korwil cambidik.tegas perwakilan orang tua murid.
Dari informasi ini Korwil Cambidik Kecamatan Tempuran dikonfirmasi terjadi aktifitas pemblokiran nomor whatsapp awak media.
@di
Editor : hendro