KARAWANG | rakyatjelata.com - Dana ketahanan pangan Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, sebesar hampir satu milyar rupiah (Rp 955 juta) kini menjadi sorotan setelah muncul dugaan praktik korupsi dalam pengelolaannya. Laporan pertama datang dari beberapa kelompok masyarakat dan tokoh masyarakat lokal yang mencurigai adanya penyimpangan dalam penggunaan anggaran.Dari tahun 2022 sampai tahun 2024
Peningkatan produksi peternakan alat dan produksi pengolahan peternakan kandang dan lain2 Rp 223.285.000, Rp 281.357.400 Rp 150.000.000,Rp 180.265.800,Rp 120.177.800 jadi total ketahanan pangan Desa mekarmaya Kecamatan Cilamaya Wetan dalam tiga tahun Rp 955.085.400.
Narasumber warga Mekarmaya yang tidak mau sebut namanya saat di temui awak media mengatakan "Kami menemukan beberapa indikasi yang membutuhkan penyelidikan lebih dalam, antara lain ketidaksesuaian antara rencana kerja dengan realisasi pembangunan, serta transaksi keuangan yang tidak jelas tujuan dan penerimanya," ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian dana yang seharusnya digunakan untuk pengembangan lahan pertanian kolektif, pembangunan irigasi, dan pembibitan tanaman pangan, tidak terealisasi sesuai rencana. Beberapa lahan yang diduga akan direnovasi masih dalam kondisi sama, sementara pembelian bibit dan alat pertanian yang dicatat dalam laporan keuangan tidak dapat diverifikasi oleh petani lokal.
Masyarakat Desa Mekarmaya Aparat Penegak Hukum (APH ) berharap untuk melakukan penyelidikan secara transparan. "Kita sangat mengharapkan dana ini bisa benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan kondisi pangan kita. Jika memang ada yang menyalahgunakan, mereka harus dimintai pertanggungjawaban," ungkapnya
Dari informasi berita ini sekdes Desa Mekarmaya Kecamatan Cilamaya Wetan dikonfirmasi lebih memilih bungkam.
@di
Editor : hendro