rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Hotmix Pemeliharaan Jalan di Karawang Diduga Dikorupsi, Joko Subkor Pengawasan di Konfirmasi Bungkam

avatar rakyatjelata.com
Terkontaminasi pengerjaan Hotmix, rawan korupsi di saat spesifikasi yang tak di prioritaskan, Bidang jalan Dinas Pupr Karawang saat ini pihaknya belum memberikan klarifikasi reami (Foto: Dok adi/rakyatjelata)
Terkontaminasi pengerjaan Hotmix, rawan korupsi di saat spesifikasi yang tak di prioritaskan, Bidang jalan Dinas Pupr Karawang saat ini pihaknya belum memberikan klarifikasi reami (Foto: Dok adi/rakyatjelata)

KARAWANG | rakyatjelata.com - Rawan korupsi dugaan pengurangan volume terkait penggunaan material Hotmix untuk pemeliharaan tambal sulam jalan di Kabupaten Karawang muncul ke permukaan. Joko Subkoordinator Pengawasan Bidang Jalan dikonfirmasi lebih tak merespon dengan cara memilih Bungkam. 

Dilansir dari informasi yang didapat, terdapat dugaan penyimpangan dalam pengalokasian dan penggunaan Hotmix yang dialokasikan untuk kegiatan pemeliharaan. Beberapa sumber mengklaim bahwa jumlah material yang tercatat digunakan tidak sesuai dengan kondisi aktual perbaikan jalan di lapangan.

 "Kami telah menerima informasi mengenai dugaan korupsi ini dan kami sangat serius untuk mengawasinya. Bahwa anggaran pemeliharaan Hotmix se-Kabupaten karawang di tahun 2025 dan di tahun 2026 patut untuk dilakukan evaluasi, terindikasi ada permainan kotor antar subkor pengawasan dan perusahaan Hotmix," ujar H Ade Ketua Umum F12, Rabu (4/3).

Terdapat penemuan dan bukti-bukti saat pekerjaan Hotmix pemeliharaan yang saat dikerjakan. H Ade menyebut, dari kasat mata itu, evaluasi pengawasan dikerjakan sangat tidak memenuhi unsur spesifikasi, hal itu tentu membuat H Ade geram.

"Asal-asalan, asal berlobang langsung ditambal, sehingga kwalitas pekerjaan buruk, setiap tahun harus tambal dalam terus, tapi kalau dikerjakan dengan profesional minimal tambal sulam 2 tahun sekali ini pemborosan uang negara anggaran pemeliharaan besar dikerjakan setiap tahun," ucapnya.

Selanjutnya, H Ade berharap Bupati Karawang untuk mengevaluasi anggaran pemeliharaan Hotmix

"Karenanya jangan sampai di jadikan ajang korupsi oleh oknum bidang jalan. Dan selektif memiliki perusahaan Hotmix, jangan asal ada fee besar perusahaan Hotmix itu yang terpilih untuk pasok hotmix nya. Karena terindikasi perusahaan hotmix memberikan fee ke oknum subkor bidang jalan," pungkasnya.

Dari informasi berita ini joko subkor bidang jalan dan jembatan dinas pupr kabupaten Karawang dikonfirmasi lebih memilih bungkam.  (adi)

Editor : hendro