rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Belanda Bagikan Panduan 72 Jam untuk Warga Hadapi Krisis Nasional

BELANDA| rakyatjelata.com – Belanda bagikan panduan 72 jam untuk warga hadapi krisis nasional. Pemerintah Belanda memulai distribusi buku panduan informasi darurat kepada lebih dari 8,5 juta rumah tangga di seluruh negeri sebagai bagian dari kampanye kesiapsiagaan “Denk Vooruit” (Think Ahead). Buku setebal sekitar 33 halaman ini dirancang untuk membantu masyarakat memahami bagaimana bertahan hidup selama 72 jam pertama ketika terjadi krisis besar, seperti pemadaman listrik massal, serangan siber, gangguan komunikasi, atau bencana alam.

Pamflet tersebut memberikan tips praktis tentang apa yang harus dilakukan jika layanan publik seperti air, listrik, atau internet tiba-tiba tidak berfungsi. Panduan mencakup daftar kebutuhan dasar yang perlu disiapkan di rumah, seperti air minum, makanan tahan lama, senter, radio baterai, obat-obatan, serta dokumen penting, serta langkah membuat rencana darurat bersama keluarga.

Baca Juga: Pemerintah Belanda Dukungan Penuh Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Dalam panduan resminya, pemerintah juga menjelaskan alasan pentingnya periode 72 jam ini: pada saat terjadi krisis besar, bantuan dari layanan darurat dan pemerintah mungkin tidak dapat menjangkau semua orang langsung, sehingga setiap rumah tangga didorong untuk mampu bertahan secara mandiri selama tiga hari pertama.

Baca Juga: Rakyat semakin banyak yang Miskin, Pemerintah dan DPR Kejamnya Lebihi Penjajah Belanda

Caretaker Menteri Justice and Security Foort van Oosten mengatakan bahwa panduan tersebut tidak dimaksudkan untuk menimbulkan rasa takut, melainkan untuk mendorong kesiapsiagaan dan mengurangi kepanikan jika situasi darurat benar-benar terjadi. “Dengan informasi ini, kami ingin memastikan semua warga Belanda dapat lebih siap menghadapi keadaan tak terduga,” ujarnya seperti dikutip dalam pernyataan resmi pemerintah.

Panduan akan didistribusikan melalui pos dari akhir November 2025 sampai awal Januari 2026, dan akan tersedia dalam beberapa bahasa, termasuk Inggris, Jerman, Prancis, Arab, dan lainnya, sehingga bisa diakses oleh warga asing yang tinggal di Belanda.

Selain menyiapkan panduan, pemerintah juga mengajak warga untuk berbicara dengan tetangga dan keluarga tentang peran masing-masing saat krisis, serta menyusun rencana tanggap keluarga sehingga semua anggota siap jika terjadi kondisi darurat.

Editor : Admin Rakyatjelata

Artikel   

Mengamati Badai PHK 2026

Oleh:Arief Supriyono Ketika Janji Pemerintah Kalah Cepat dari Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) Kondisi Ekonomi Indonesia saat ini menghadapi tantangan…