Bangkalan – 27 April 2025
Sejumlah perwakilan dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) se-Kota Surabaya—meliputi wilayah Utara, Barat, Selatan, dan Pusat—melakukan kunjungan studi tiru ke destinasi wisata Pantai Goa Patapa di Desa Klampis, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali praktik terbaik dalam pengelolaan wisata alam berbasis partisipasi masyarakat.
Baca Juga: Banyak Muncul Bibit Potensial, Kejurprov Muaythai Jatim 2024 Bawa Angin Segar
Pantai Goa Patapa dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Bangkalan yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat lokal, dengan dukungan dari pemerintah desa dan dinas terkait. Pengelolaan kolektif ini tak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada warga sekitar melalui penyediaan fasilitas seperti homestay, warung makan, wisata edukasi lingkungan, hingga olahraga air Stand Up Paddle (SUP) yang dipopulerkan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.
Rombongan LPMK Surabaya mendapat pendampingan langsung dari tim pengelola wisata yang memaparkan konsep awal pengembangan, sistem pembagian peran warga, hingga mekanisme pengelolaan pendapatan. Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah keberhasilan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan, yang turut menjadikan Pantai Goa Patapa sebagai lokasi latihan atlet nasional SUP.
Sebagai pegiat olahraga Ali Yusa menjelaskan "Mitigasi dan kolaborasi based on achievement adalah hal dasar yang harusnya mulai di kembangkan dalam pengembangan sebuah wisata, ini mendorong kemandirian masyarakat. yang tentunya akan menghemat biaya yang di keluarkan pemerintah. terlebih di Surabaya OPD nya menyatu DISBUDPORAPAR" terang pegiat olah raga Stand Up Padlle Jawa Timur ini
Baca Juga: Anggota Kodim Gresik Laksanakan Olahraga Bersama, Jaga Kesehatan dan Kebugaran
Konsep pengelolaan partisipatif ini dinilai efektif oleh para peserta studi tiru, karena melibatkan seluruh unsur masyarakat tanpa memandang gender. Setiap individu memiliki peran—dari penjaga tiket, pemandu wisata, hingga penyedia jasa transportasi dan kuliner. Kolaborasi erat antara komunitas olahraga SUP dan pelaku usaha lokal juga berkontribusi pada pembangunan infrastruktur pendukung secara bertahap dan efisien.
Pengalaman dari kunjungan ini akan dirumuskan menjadi rekomendasi bagi pengembangan wisata berbasis masyarakat di Kota Surabaya. Beberapa wilayah yang disiapkan sebagai pilot project antara lain Kelurahan Kenjeran, Tambak Wedi, Bulak, Peneleh, dan kawasan kolam Unesa. LPMK dari masing-masing wilayah sepakat untuk membentuk kelompok kerja lintas kelurahan guna memperkuat koordinasi dan pertukaran informasi.
Melalui studi tiru ini, LPMK Surabaya berharap dapat mendorong lahirnya destinasi wisata baru yang tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan dan inklusif. Pendekatan berbasis masyarakat yang terbukti sukses di Goa Patapa diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mendukung visi Pemerintah Kota Surabaya untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.
Baca Juga: Olah Raga Bersama Perkokoh Sinergitas dan Soliditas TNI-POLRI
Editor : Admin Rakyatjelata