SIDOARJO I rakyatjelata.com - Mendapatkan pengalaman pelayanan yang kurang mengenakan saat sarapan di sebuah kedai Sop Buntut Soto Cak Choirul di kawasan Juanda di jalan Delta Mandala.
Ceritanya, setelah habis mengantarkan rombongan jama'ah Umroh dari Bangkalan Madura ke Airport Juanda Terminal 2 keberangkatan, untuk rencana setelah itu keluarga rombangan pengantar berniat beranjak mencari sarapan. Pilihan yang tepat bergegas menuju Sop Buntut Soto Cak Choirul yang tak jauh dari lokasi Airport Juanda.
Pilihan sarapan di kedai Sop Buntut Soto Cak Choirul asal Madura itu banyak bercerita dari mulut ke mulut seringnya di kunjungi pejabat tinggi negara maupun legislator yang tak lain wakil rakyat yang terhormat. Salah satunya pejabat tinggi negara yang pernah mampir di Sop Buntut Soto Cak Choirul adalah (viral terkait es teh) Gus Miftah Maulana, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan pada tahun 2024, akhirnya mengundurkan diri.
Momen ini bukan cita rasa, melainkan pelayan yang kurang ramah. Mungkin saja tidak seramah yang dibayangkan pengunjung, karena seiringnya banyak di kunjungi pejabat jadinya no problem.
"Mungkin karena lelah atau bagaimana, saya kurang paham pelayan di sini," ujar Erna, Sabtu (11/1/2025) salah satu rombongan yang sedang menikmati sarapan Soto.
"Sambutan kurang ramah, saya melihat pelayan-nya semua orang madura tanpa terkecuali," terangnya.
Karenanya bagi sebagian orang, keramahan adalah sesuatu yang sulit dan mahal untuk dilakukan. Padahal sebagai penjual sudah menjadi kewajiban untuk menunjukkan keramahan pada pelanggan yang datang.
Keramahan menjadi salah satu cara berinteraksi sosial yang tidak hanya dilakukan oleh penjual saja tetapi semua orang. Tetapi bagi mereka yang berprofesi sebagai penjual masalah pelayanan harus diutamakan karena menjadi poin utama untuk mendapatkan kepuasan pelanggan. (Ndro)
Editor : hendro