rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Pembangunan Crossing Saluran Jalan Karah Dikerjakan 24 Jam

avatar rakyatjelata.com
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat tinjau pengerjaan crossing saluran di jalan Karah Jambangan (Foto: Dok/istmw/hum pemkot sby)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat tinjau pengerjaan crossing saluran di jalan Karah Jambangan (Foto: Dok/istmw/hum pemkot sby)

SURABAYA I rakyatjelata.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan pembangunan saluran di titik rawan rawan banjir dan genangan. Salah satu saluran yang dibangun pada saat ini, adalah crossing di Jalan Karah, Kecamatan Jambangan. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ingin, pengerjaan proyek saluran di Jalan Karah dipercepat selama 24 jam. Tujuannya, agar saluran itu bisa segera digunakan ketika musim hujan dan tidak mengganggu pengguna jalan tersebut.

Baca Juga: Wali Kota Eri Ajak Masyarakat Ramaikan AFF U-19

“Jadi nanti teman-teman PDAM akan bergerak dengan teman-teman DSDABM (Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga) 1x24 jam pengerjaannya itu. Jadi ada tiga sif, kalau seperti itu akan cepat,” kata Wali Kota Eri saat inspeksi mendadak (sidak) di saluran Jalan Karah, Sabtu (15/6/2024). 

Dalam sidak kali ini, Wali Kota Eri tak sendiri, ia didampingi oleh Kepala DSDABM Surabaya, Syamsul Hariadi, Kepala Bidang (Kabid) Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian, dan Camat Jambangan,  Ahmad Yardo Wifaqo. Pada kesempatan ini, ia meminta kepada Kepala DSDABM agar pengerjaan saluran kawasan tersebut dipercepat sehingga Jalan Karah bisa kembali dilalui oleh kendaraan. 

“Saya minta percepatan, karena ini teknisnya sudah oke, sudah dicek sama teman-teman sudah benar semuanya. Cuma saya ingin percepatan bagaimana ketika ini sudah bagus semuanya tinggal diaspal. Nah, insyaallah nanti jam 11 (mulai) diaspal,” ujar Wali Kota Eri. 

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi menyampaikan pesan kepada jajarannya di DSDABM, ketika mengerjakan crossing yang lokasinya di jalan raya, jangan sampai dilakukan secara bertahap. Maka dari itu, ia ingin proses pengerjaanya dilakukan selama 24 jam penuh. 

“Nah, selain itu, juga harus dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub), dalam 1x24 jam itu bagaimana pengalihan arus lalu lintasnya,” tutur Cak Eri. 

Baca Juga: Wali Kota Eri Minta Semua Petugas Kadis Dishub Turun ke Lapangan Tangani Parkir Liar dan Lalu Lintas 

Cak Eri memastikan, proyek crossing saluran di Jalan Karah akan tuntas pada akhir Juli 2024. Ia menyebutkan, pengerjaanya dilakukan bertahap hingga ke arah Jalan Bibis Karah. “Saya minta pengaspalannya sudah dimulai, meskipun nanti sudah percepatan pengaspalannya, tapi yang di sini (Jalan Karah) dikerjakan terus dua sisi. Nah, kalau sudah semuanya, kita akan overlay (menyeluruh) secara total,” sebutnya. 

Di samping itu, Kepala DSDABM Surabaya Syamsul Hariadi mengatakan, percepatan pengerjaan saluran dan pengaspalan di Jalan Karah akan dilakukan mulai hari ini sebelum Idul Adha. “Instruksi Pak Wali langsung ke Pak Dirut PDAM untuk percepatan, untuk kolaborasi dengan PDAM. Khawatirnya kalau pas Idul Adha airnya mati, nah itu nanti kita bantu juga PDAM, karena sekitar dua hari tadi targetnya, khusus proyek ini,” kata Syamsul. 

Syamsul menjelaskan, sejauh ini pengerjaan crossing saluran di Jalan Karah tidak ada kendala yang berarti. Hanya saja, ada beberapa jaringan utilitas yang terpaksa harus diputus, kemudian dirapikan kembali agar tidak mengganggu fungsi saluran. 

Baca Juga: Wali Kota Eri Cek Pemasangan PJU di Tanjung Perak, Total Ada 58 Titik Penerangan

“Semua paket pengerjaan memang kendalanya ya utilitas. Ada PDAM, kabel-kabel provider, dan lain-lain. Itu memang tidak bisa kita hindari, yang penting kita bisa koordinasi,” jelasnya. 

Ia menambahkan, setelah Jalan Karah sisi selatan selesai diaspal, kemudian dilakukan pengerjaan crossing saluran di sisi utara. Setelah dilakukan pengaspalan, Jalan Karah sisi selatan dibuka satu arah, sehingga tidak sampai dilakukan penutupan jalan.

“Setelah yang sisi ini (selatan) kita kerjakan, baru kota kerjakan yang sisi sebelahnya (utara). Kalau kita kerjakan dua-duanya, itu menutup jalan, jadi macet,” pungkasnya.

Editor : hendro