Sidoarjo | rakyatjelata.com - Sidoarjo Open Boulder Competition 2026 resmi digelar sebagai ajang kompetisi panjat tebing boulder tingkat Jawa Timur. Event ini berlangsung selama empat hari, mulai 29 Januari hingga 1 Februari 2026, bertempat di Warung Luar Ruang Sidoarjo.
Kompetisi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Pengkab Sidoarjo, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sidoarjo, serta Warung Luar Ruang sebagai tuan rumah kegiatan.
Minggu,1 Februari 2026
Sidoarjo Open Boulder Competition mempertandingkan sejumlah kategori usia, yakni U-9, U-12, U-15, dan U-19 putra-putri, serta kategori Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Ajang ini diikuti oleh total 180 atlet boulder dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Gresik, Malang, dan Kediri. Selain itu, sebanyak 14 atlet Mapala turut ambil bagian sebagai perwakilan universitas dari wilayah yang sama.
Ketua Panitia Penyelenggara yang juga Ketua FMI Pengkab Sidoarjo, Soni, mengatakan bahwa event ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan prestasi atlet panjat tebing, khususnya nomor boulder.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk pembinaan prestasi atlet panjat tebing boulder sejak usia dini, sekaligus memperkenalkan keberadaan FMI Sidoarjo kepada masyarakat luas,” ujar Soni.
Dalam kompetisi ini, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp10 juta rupiah bagi para pemenang di setiap kategori. Hadiah tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet muda untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan mereka.
Soni menambahkan, pihaknya berharap Sidoarjo Open Boulder Competition dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan. “Kami berharap event ini mampu menjadi pemicu tumbuh dan berkembangnya atlet-atlet muda potensial yang kelak bisa berkiprah di tingkat nasional, khususnya dari Sidoarjo dan Jawa Timur,” pungkasnya.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi, Sidoarjo Open Boulder Competition 2026 menjadi bukti meningkatnya minat dan perkembangan olahraga panjat tebing di Jawa Timur, sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan atlet sejak usia dini. (Cuy/Red)
Editor : Admin Rakyatjelata