SAMPANG | rakyatjelata.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang kembali menuai sorotan publik, Paket makanan yang dibagikan kepada peserta didik dinilai tidak memenuhi standar gizi seimbang sebagaimana tujuan utama program nasional tersebut, Senin (19/1/2026).
Berdasarkan temuan di lapangan, paket MBG yang diterima siswa hanya berisi satu kotak susu satu buah jeruk dan sebuah donat yang dikemas dalam wadah mika transparan.
Komposisi menu tersebut dinilai jauh dari kategori makanan bergizi lengkap dan lebih menyerupai makanan ringan.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius terkait kualitas pelaksanaan dan lemahnya pengawasan Program MBG yang sejatinya dirancang untuk meningkatkan status gizi, kesehatan, serta konsentrasi belajar anak sekolah.
Pantauan awak media di lokasi menunjukkan tidak ditemukannya makanan pokok, lauk berprotein hewani maupun nabati, serta sayuran yang merupakan komponen utama dalam asupan gizi seimbang.
Padahal, pemenuhan unsur tersebut sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.
Sejumlah tenaga pendidik dan orang tua siswa menyayangkan menu yang dibagikan.
Mereka menilai pendistribusian MBG yang dilakukan pada hari Sabtu (17/1) tidak dapat dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas makanan.
“Program ini seharusnya menjamin kebutuhan gizi anak bukan sekadar membagikan makanan Kalau isinya hanya donat, susu, dan jeruk, tentu tidak sesuai dengan tujuan MBG,” ujar seorang guru yang enggan disebutkan namanya.
Selain menu, kemasan mika yang digunakan juga menuai kritik Pengemasan sederhana tersebut dinilai mencerminkan kurangnya perencanaan serta minimnya pengawasan dari pihak terkait.
Masyarakat pun mulai mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran Program MBG yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Paket MBG tersebut diduga didistribusikan oleh Yayasan Sakera Muda Pangan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola dapur MBG yayasan tersebut belum memberikan klarifikasi.
Kepala Dapur MBG Yayasan Sakera Muda Pangan, Uswatun, yang dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp juga belum memberikan tanggapan.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Sampang bersama Satuan Tugas MBG untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, memperketat pengawasan, serta memberikan sanksi tegas kepada penyedia yang terbukti tidak mematuhi ketentuan standar gizi yang telah ditetapkan. (Fen)
Editor : hendro