Gelombang demonstrasi nasional di Iran yang dipicu oleh masalah ekonomi berujung ricuh, ditandai dengan bentrokan di Lapangan Haft-e Tir, Teheran, serta tindakan represif pasukan keamanan yang melepaskan tembakan ke arah ke arah kerumunan.

Meskipun akses internet sempat diputus sejak 8 Januari, kelompok hak asasi manusia HRANA melaporkan telah memverifikasi 572 kematian, yang didukung oleh temuan rekaman jenazah di Forensik Kahrizak.
Di tengah tekanan internasional dan laporan korban jiwa, pemerintah Iran merespons dengan menggelar unjuk rasa tandingan pro-pemerintah pada 12 Januari yang diikuti oleh ribuan warga serta Presiden Masoud Pezeshkian.
Editor : Admin Rakyatjelata