rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Fenomena BCKS Banyak Mengundurkan Diri, Korwilcambidik Kecamatan Kutawaluya Dikonfirmasi Menghindar

avatar rakyatjelata.com
Poster seleksi para calon kepala sekola di kabupaten karawang (Foto: Dok/poster karikar/@di)
Poster seleksi para calon kepala sekola di kabupaten karawang (Foto: Dok/poster karikar/@di)

KARAWANG | rakyatjelata.com - Fenomena Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) mengundurkan diri di wilayah kecamatan Kutawaluya dan Tempuran menjadi perbincangan warga dan kalangan para guru di wilayah kecamatan tersebut.

BCKS yang seharusnya diminati oleh para guru untuk berlomba-lomba menjadi kepala sekolah, sebaliknya para calon lebih memilih diskualifikasi karena setelah asesmen dan isunya akan ditempatkan sekolah akreditasi C atau sekolah dengan jumlah murid sedikit, berdasarkan narasumber dari salah satu pengawas.

"Calon kepala sekolah sampai tidak diminati ini menjadi kegagalan pemimpin atau Korwilcambidik, karena sebagai Korwilcambidik harus bisa memotivasi para guru agar minat menjadi kepala sekolah, kalau sampai kepala sekolah didatangkan dari kecamatan lain, Korwilcambidik sudah gagal memimpin wilayahnya," ucap narasumber yang tidak mau sebut namanya, Minggu (14/12/2025).

"Masa sih ada sekolah yang ada tipenya yang ada sekolah jumlah siswa Besar, Sedang, dan kecil. Terus aturannya ada tidak yang menjelaskan kalau kepala sekolah tipe A, B serta C? Silakan teman teman bisa ditanyakan ke dinas pendidikan," ungkapnya.

Terpisah plt Kabid Guru dan Tenaga Pendisikan (GTK) Karawang, H. Musa saat dikonfirmasi malalui whatsapp mengatakan Tipe sekolah didasarkan pada jumlah murid di sekolah sesuai kecamatan. Ada sekolah besar /A, sekolah sedang /B dan sekolah kecil tipe C
Assesmen tak ada hubungan dengan tipe sekolah. "Untuk Kepala Sekolah pemula mungkin ke tipe C dulu atau ditentukan oleh Dewan Pertimbangan Kepala Sekolah kabupaten
Masalah mundur diri, tak ada kaitannya dengan tipe sekolah. Belum terpanggil saja hatinya untuk mengabdi sebagai Kepla sekolah," sebut H. Musa.

Dari informasi berita ini Korwilcambidik kecamatan Kutawaluya dan plt kecamatan Tempuran, disaat ditemui saat Rapat para kepala sekolah di SDN Tanjung jaya kecamatan Tempuran, tidak mau menemui awak media, untuk diminta klarifikasi nya lebih memilih menyuruh ketua PGRI kecamatan Tempuran untuk mewakili menemui awak media.

@di

Editor : hendro