rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Warga Desa Darawolong Kecamatan Purwasari Berharap Bupati Karawang Tindak Tegas Kontraktor Nakal

avatar rakyatjelata.com
Kondisi proyek peningkatan Jalan Lampean–Sukaati di Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang (Foto: Dok sumber media/rakyatjelata)
Kondisi proyek peningkatan Jalan Lampean–Sukaati di Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang (Foto: Dok sumber media/rakyatjelata)

KARAWANG | rakyatjelata.com - Proyek peningkatan Jalan Lampean–Sukaati di Desa Darawolong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, menuai kecaman keras dari masyarakat. Jalan yang dibangun menggunakan anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 sebesar Rp189.581.000 (seratus delapan puluh sembilan juta lima ratus delapan puluh satu ribu rupiah) itu justru rusak hanya dalam hitungan hari sejak selesai dikerjakan.

Jalan sepanjang 140 meter dengan lebar 4,5 meter tersebut dikerjakan oleh CV. Singaraja 18 Jaya Abadi. Namun, hasil pekerjaan dinilai jauh dari standar kualitas. Lapisan hotmix terlihat mudah terkelupas, badan jalan amblas, bahkan struktur turap dan drainase ikut ambrol.

Salah satu warga, Jamaludin, mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil proyek yang menurutnya tidak sebanding dengan nilai anggaran.

“Baru beberapa hari sudah rusak. Bukannya memperbaiki, malah merusak drainase. Dengan anggaran sebesar itu, hasilnya sangat tidak layak. Kalau lihat RAB, ini paling cuma 40 sampai 50 persen yang direalisasikan, dan berharap Bupati Karawang Tindak Tegas Kontraktor yang Nakal,"ujar Jamaludin, Minggu (7/12/2025).

Menurut Jamaludin, warga sebenarnya sudah sejak awal menyampaikan keberatan. Mereka meminta pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis, terutama karena kontur tanah di lokasi dinilai labil.

“Kami sudah ingatkan dari awal. Harusnya disesuaikan dengan kepadatan tanah. Tapi dikerjakan asal-asalan dan malah merusak fasilitas yang sudah ada,” tegasnya.

Kekecewaan juga disampaikan Anto, Ketua Karang Taruna Desa Darawolong. Ia menilai kontraktor lalai karena tidak melakukan pemadatan dan pengecoran dasar sebelum pengaspalan.

“Seharusnya dicor dulu. Ini malah langsung diaspal. Akhirnya amblas dan drainase hancur,” kata Anto.

Anto menyebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Karawang, pengawas proyek, dan kontraktor. Bahkan, laporan resmi disebut akan dilayangkan.

Warga mendesak pemerintah daerah segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek. Mereka khawatir kerusakan akan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan.

Red

Editor : hendro