rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

BLT Kesra di Desa Sukatani Kecamatan Cilamaya Wetan Diduga Dipotong

avatar rakyatjelata.com
Penarikan BLT Kesra ramai di kependudukan desa Sukatani Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang. Sejumlah penerima manfaat diduga di potong antara 70 ribu sampai dengan 100 ribu (Foto: Dok ilustrasi/@di rj karawang)
Penarikan BLT Kesra ramai di kependudukan desa Sukatani Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang. Sejumlah penerima manfaat diduga di potong antara 70 ribu sampai dengan 100 ribu (Foto: Dok ilustrasi/@di rj karawang)

KARAWANG | rakyatjelata.com - Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat atau BLT Kesra 2025 senilai Rp 900.000 kepada masyarakat berpenghasilan rendah. BLT Kesra diberikan selama tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember 2025, dengan total bantuan sebesar Rp 900.000.

Pemotongan BLT Kesra merupakan tindakan ilegal yang melanggar ketentuan penyaluran bantuan sosial. Pemerintah menegaskan bahwa dana BLT harus diterima utuh oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tanpa potongan apa pun.

Tetapi program tersebut menjadi catatan buruk untuk Desa Sukatani Kecamatan Cilamaya wetan, pasalnya anggaran BLT Kesra penerima manfaat diduga dipotong 100 ribu per penerima manfaat.

Ako, panglima LSM F12 saat dikonfirmasi awak media mengatakan ,"Jadi begini pak, terkait masalah Bansos kemarin di desa Sukatani dusun Wagir Kosbar RT 21, masyarakat yang mendapat bantuan tersebut di mintain uang sama oknum RT. Ada yang 70 ribu dan ada yang 100 ribu," ucapnya, Jum'at (28/11/2025).

Ia juga kecewa dengan perbuatan oknum RT tersebut, karena bantuan itu jelas presiden Prabowo menekan untuk tidak ada pemotongan, ini malah jadi kesempatan oknum tersebut untuk kepentingan pribadi. Kami curiga seorang RT tidak mungkin berani kalau tidak ada perintah, kami berharap APH untuk segera melakukan penyelidikan," ungkap Ako.

Dari informasi berita ini kades Sukatani dan bendahara Desa dikonfirmasi lebih memilih bungkam.

@di

Editor : hendro