SURABAYA I rakyatjelata.com - Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.
Berkaitan momen Sumpah Pemuda tepat jatuh pada tanggal 28 Oktober, AKP Tri Arda Meidiansyah Kanit Regident Satpas SIM Colombo Surabaya, mengatakan, Hari ini kita memperingati Hari Sumpah Pemuda, sebuah momentum bersejarah yang menegaskan semangat persatuan, tanggung jawab, dan pengabdian para pemuda untuk kemajuan bangsa.
Baca Juga: Satpas Colombo Hadirkan SIM Manis Taman Bungkul "Night Services"
"Perjuangan pemuda telah bertransformasi di era modern, bukan lagi menggunakan senjata, melainkan menuntut ilmu, kerja keras, kejujuran, dan tanggung jawab," ucapnya, Selasa (28/10).
Perlu Kami Sampaikan terkait pemudah di era zaman melenial yang sudah mempuyai Surat Ijin Mengemudi - Kendaraan Bermotor (SIM-KB), kepemilikan SIM bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, tetapi juga wujud komitmen moral untuk menjadi pengemudi yang tertib, disiplin, dan bertanggung jawab di jalan raya.
"Semangat Sumpah Pemuda hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus menjaga keselamatan diri dan sesama pengguna jalan," imbuhnya.
Masih lanjut kata Tri Arda, bagi pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di era milenial, makna Sumpah Pemuda dapat diwujudkan melalui beberapa nilai dan sikap memiliki kesadaran bahwa dengan mematuhi semua aturan yang berlaku di jalan, seperti rambu lalu lintas dan peraturan pembuatan SIM, berarti ikut menjaga ketertiban dan keselamatan sebagai warga negara Indonesia yang baik.
"Mengikuti prosedur pembuatan SIM dengan jujur dan tidak mencoba jalan pintas adalah wujud pengamalan nilai ini. Dengan begitu, tercipta budaya tertib yang berdampak positif bagi masyarakat luas," ujarnya.
Semangat persatuan, Masih lanjut kata Tri Arda Meidiansyah, menghargai keberagaman di jalan atau Jalan raya adalah ruang bersama bagi semua pengguna tanpa memandang suku, agama, atau golongan. Menghormati pengendara lain dan bersikap toleran di jalan mencerminkan semangat persatuan yang dicetuskan oleh Sumpah Pemuda.
"Saling membantu saat terjadi kecelakaan atau mogok di jalan, terlepas dari latar belakang pribadi, adalah cerminan dari semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia," urai Tri Arda
Perlu Kami tegaskan, pemohon SIM yang memahami maknanya akan sadar bahwa memiliki SIM bukanlah sekadar hak, melainkan juga sebuah tanggung jawab besar. Hal ini mendorong mereka untuk berkendara dengan aman dan tidak membahayakan orang lain.
"Tidak menyalahgunakan kendaraan untuk perbuatan negatif, seperti knalpot brong, kebut-kebutan atau melanggar aturan," kata Tri Arda.
Tri Arda menambahkan, secara sederhana, makna Sumpah Pemuda bagi pemohon SIM adalah bahwa proses pembuatan SIM dan kegiatan berkendara sehari-hari bukan hanya urusan pribadi, melainkan bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga ketertiban, persatuan, dan kemajuan bangsa Indonesia di era modern.
"Kami ucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda 2025 - 28 Oktober 2025 ke-97 tahun, Sumpah Pemuda dikumandangkan tonggak sejarah lahirnya persatuan dan kebangkitan nasional," pungkas Tri Arda.
Editor : hendro