KARAWANG | rakyatjelata.com - Pembangunan gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Cilebar Kabupaten Karawang provinsi Jawa Barat dikerjakan secara Swakelola. Namun diduga Panitia Pelaksana kerja dari warga Lingkungan atau komite sekolah tidak difungsikan secara maksimal dan terindikasi pengelolaan anggaran kepala sekolah dan bendahara tidak transparan, dan menimbulkan dugaan kekisruhan antara panitia dan kepala sekolah, Senin (8/9/2025).
Ketua Komite Basar sekolah yang dihadiri Bendahara dan Rasmawi Wakasek pihak Panlak Komite Mengatakan, dirinya dan jajaran panitia Pembangunan tidak pernah dilibatkan dalam hal Keluar masuknya rincian Uang pembangunan diduga kepsek tidak transparan. Pembangunan Gedung sekolah yang kini dilaksanakan di SMP negeri 1 Cilebar dengan besaran nominal Rp= 1.889.504.500,-(satu miliar delapan ratus delapan puluh sembilan juta rupiah) tidak ada kesingkronan antara panitia pembangunan dan kepala sekolah.
Umumnya pelaksanan pembangunan Gedung sekolah yang dikerjakan oleh Penitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) atau secara swakelola mestinya Panitia Pelaksana selain monitor Pembangunan dalam hal keuanganpun harus mengetahui secara Rinci berapa uang masuk berapa uang keluar. Dalam hal Keuangan panitia Pelaksana pembangunan tidak pernah diberi tahu .Ada apakah dengan Kepala Sekolah SMPN 1 Cilebar?
Sementara itu, Wakil Kepala (Wakasek) SMP Negeri 1 Cilebar dipertanyakan kenapa Regulasi Keluar masuknya Uang pembangunan sekolah Anggaran hampir 2 Miliar rupiah tidak transparan terhadap ketua panitia dan jajaran Komite sekolah. "Lebih jelasnya silahkan Tim sosial kontrol tanyakan kepada Kepala sekolah," ujarnya.
Terpisah Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikpora kabupaten Karawang Yanto saat dikonfirmasi mengatakan, "kalau bidang Dikdas tidak tanda tangan semua ditunjuk dari kementerian, bahkan pengawas pun yang menunjuk kementerian langsung, sekolah atau kepala sekolah membentuk kepanitiaan,dan terkait pencairan anggaran adalah panitia," ucap singkatnya.
Selanjutnya ketika kepala sekolah SMP negeri 1 Cilebar konfirmasinya via WhatsApp Kepsek Dadang tidak merespon lebih memilih bungkam.
@di
Editor : hendro