LOMBOK | rakyatjelata.com — Kontingen Stand Up Paddle (SUP) Jawa Timur menorehkan prestasi gemilang pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII di Nusa Tenggara Barat. Meski berangkat dengan segala keterbatasan, tim ini berhasil menjadi pengumpul medali terbanyak di cabang Stand Up Paddle dengan raihan 2 emas, 3 perak, dan 4 perunggu, mengungguli provinsi lain yang lebih unggul dari segi fasilitas dan logistik. Jumat, 8 Agustus 2025
Keberangkatan mereka jauh dari kesan mewah. Tanpa hotel berbintang atau katering profesional, nasi bungkus menjadi bekal utama, lengkap dengan satu peti telur dan dua tabung LPG melon yang dibawa langsung dari Surabaya. Logistik sederhana ini menjadi penopang energi selama latihan hingga pertandingan.
Baca Juga: Jawa Timur Juara Umum Stand Up Paddle di FORNAS VIII 2025
Penginapan pun diatur secara swadaya. Alih-alih menempati penginapan nyaman seperti kontingen lain, tim SUP Jawa Timur bermalam di velt bed dan tenda bantuan BPBD Kota Surabaya. Keterbatasan fasilitas justru mempererat kebersamaan. Setiap pagi, para official bergantian memanaskan air, menyiapkan sarapan, dan membersihkan peralatan bertanding. Semua bekerja sama tanpa ada yang berpangku tangan.
Kerja keras tersebut terbayar lunas. Atlet-atlet SUP Jawa Timur tampil dominan di berbagai nomor, bahkan memborong seluruh podium pada nomor Adventure Junior Putri.
Peraih Medali SUP Jawa Timur – FORNAS VIII
Emas (2)
Alexandria Sarashinta Setyaning Adi — Adventure Junior Putri
Fakhriya Laksana Jayyida — Challenge Junior Putri
Perak (3)
Fakhriya Laksana Jayyida — Adventure Junior Putri
Ernida Apta Lailatus Syifa — Adventure Open Putri
Ernida Apta Lailatus Syifa — Challenge Open Putri
Baca Juga: Membidik 8 Emas, SUP Jatim Siap Harumkan Nama Daerah di FORNAS VIII 2025
Perunggu (4)
Tazahira Fuad — Adventure Junior PutriTazahira Fuad — Challenge Junior PutriFrancisca Ali Norwi — Adventure Open PutriFrancisca Ali Norwi — Challenge Open Putri
Selain teknik dan strategi matang, kekuatan mental menjadi faktor kunci. Beberapa nomor bahkan dimenangkan dengan selisih waktu yang signifikan.
Kisah perjuangan ini menjadi perbincangan hangat di arena FORNAS VIII. Sejumlah kontingen lain menyempatkan singgah ke tenda mereka, sekadar berbagi cerita atau mencicipi masakan sederhana hasil gotong royong tim.
“Fornas tahun ini penting bagi SUP Jawa Timur. Kami tidak hanya membawa wakil pegiat dari berbagai daerah di Jawa Timur, tapi juga membuktikan bahwa olahraga air dapat menjadi jembatan sportivitas, pariwisata, dan pelestarian lingkungan. Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi venue Stand Up Paddle yang didukung masyarakat pesisir laut, danau, dan sungai,” ujar Christian Yoseph, Sekretaris SUP Provinsi Jawa Timur.
Senada, Ali Yusa menegaskan bahwa SUP di Jawa Timur berpotensi menjadi sumber pendapatan baru sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). “Potensinya bisa mencapai Rp2 triliun. SUP dapat mendukung Tujuan ke-8 SDGs tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi dengan membuka lapangan kerja baru di sektor pariwisata dan industri pendukung. Selain itu, SUP juga mendukung Tujuan ke-14 SDGs tentang pelestarian kehidupan bawah air, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan perairan,” ujarnya.
"Lalu apakah kita akan mengabaikan SUP?"
Bagi SUP Jawa Timur, kemenangan ini bukan sekadar koleksi medali, melainkan bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Mereka pulang membawa pesan bahwa kesederhanaan, jika dipadukan dengan semangat dan kerja keras, bisa menjadi pondasi prestasi luar biasa.
Fornas VIII hanyalah awal. Dengan modal dedikasi dan kekompakan, SUP Jawa Timur optimistis mengangkat olahraga air berbasis komunitas ini ke tingkat yang lebih tinggi di masa mendatang.(Ki/Red)
Editor : Admin Rakyatjelata