rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Deklarasi Papua Merdeka oleh OPM Di Kota Surabaya 1 Desember Di Tolak Keras Bonek Surabaya

Rakyatjelata.com - Informasi yang di dapat dari Arek Bonek Suroboyo, Aliansi Mahasiswa Papua akan menggelar aksi demonstrasi di tengah tengah kota Surabaya pada tanggal 1 Desember 2024 yang mereka klaim sebagai HUT Kemerdekaan Papua.

Menurut Bajol sebutan trennya, korlap Surabaya Selatan Bonek Suroboyo, kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada Serentak 2024, bahkan berpotensi memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),”ujar Bajol.

Baca Juga: Warga Kota Malang Tolak Gerakan Separatis AMP

“Kemerdekaan Papua untuk berpisah dari NKRI sangatlah bisa memecah Persatuan dan Kesatuan Bangsa. Papua sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari wilayah Indonesia secara konstitusi,” tegas Bajol, Rabu (20/11/2024).

Dilihat dari aspek sejarah, status Papua sebagai bagian dari NKRI dan dikuatkan dengan kesepakatan rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Di agenda tersebut, dan telah disepakati semua wilayah bekas jajahan Belanda masuk dalam kedaulatan NKRI.

Baca Juga: Ormas Topi Bangsa Jember Tolak Tegas Organisasi yang Menghancurkan Kedaulatan Negara

Atas dasar itu, PBB menegaskan segala bentuk kegiatan yang mendorong Papua merdeka dari wilayah NKRI merupakan tindakan melawan hukum dan makar yang sangat berbahaya.

“Ini sama saja makar, sehingga aparat kepolisian harus bertindak tegas untuk menangkap aktor-aktor dari organisasi tersebut yang melakukan propaganda dengan mengembuskan isu-isu Papua Merdeka di momen 1 Desember 2024 nanti,” tegasnya Bajol

Baca Juga: Kegiatan Pok Greenpeace ke Bali Dapat Penolakan Komunitas Masyarakat Papua Raya

“Bagaimanapun, Papua secara de facto dan de jure sudah sah bagian dari NKRI. Maka, kami menentang segala bentuk dan upaya kelompok separatis AMP yang berusaha memecah belah NKRI khususnya di Kota “Pahalawan” Surabaya,” Bajol menegaskan.

“Surabaya adalah kota pahlawan, darah arek-arek Suroboyo tumpah mengusir penjajah Belanda, lha kok ini mereka mempropagandakan Indonesia sebagai penjajah. Jelas tindakan mereka ini bisa memicu kekacauan di Surabaya. Kami secara tegas menolak rencana aksi gerombolan separatis yang dapat mengganggu situasi yang sudah aman dan kondusif di Surabaya.” Tutup Bajol. (Red)

Editor : arif

Artikel   

Mengamati Badai PHK 2026

Oleh:Arief Supriyono Ketika Janji Pemerintah Kalah Cepat dari Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) Kondisi Ekonomi Indonesia saat ini menghadapi tantangan…