rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Warga Kota Malang Tolak Gerakan Separatis AMP

Rakyatjelata.com - Keberadaan aliansi mahasiswa Papua (AMP) di Kota Malang kembali dikecam oleh masyarakat. Kecaman itu disampaikan oleh warga Kota Malang.

Kumpulan masyarakat yang mengatasnamakan diri aliansi Malang Bersatu itu, mengecam segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa Papua (AMP) yang dinilai bisa merusak kondusifitas dan keamanan wilayah di Kota Malang.

Baca Juga: Deklarasi Papua Merdeka oleh OPM Di Kota Surabaya 1 Desember Di Tolak Keras Bonek Surabaya

“Kami menolak dan mengecam segala bentuk aksi aliansi mahasiswa Papua. Warga siap turun ke lapangan jika himbauan kami tidak di dengar,” tandas Gus Isa, koordinator lapangan aliansi Malang Bersatu.

Gus Isa menilai, Kota Malang bukanlah daerah yang tepat bagi masyarakat yang memiliki paham separatisme seperti halnya kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berafiliasi di Papua Barat.

Baca Juga: Ormas Topi Bangsa Jember Tolak Tegas Organisasi yang Menghancurkan Kedaulatan Negara

Gus Isa kembali menghimbau kepada pihak Pemda Malang untuk segera mengambil langkah-langkah tegas terkait adanya aliansi mahasiswa Papua yang masih tinggal di Kota Malang.

“Semua organisasi di Kota Malang siap membantu Pemkot Malang demi terciptanya Malang yang kondusif,” tutur Gus Isa.

Baca Juga: Kegiatan Pok Greenpeace ke Bali Dapat Penolakan Komunitas Masyarakat Papua Raya

Sekadar tambahan, beberapa waktu lalu seorang warga negara Australia bernama lengkap Harman Ronda Amy alias Wanda (37) dicekal pihak imigrasi Surabaya karena diduga terlibat dalam pelaksanaan HUT West Papua di Surabaya.

Wanda masuk ke Indonesia melalui bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Dengan menggunakan pesawat Jet Star dengan nomor penerbangan JQ-0116 tujuan Australia-Bali dari Perth, Australia pada tanggal 27 November 2018. Selama berada di Indonesia, Wanda diketahui telah menggunakan pasport dengan jenis ijin Bebas Kunjungan yang dibuat pada tanggal 18 Oktober 2018. (Red)

Editor : arif

Artikel   

Mengamati Badai PHK 2026

Oleh:Arief Supriyono Ketika Janji Pemerintah Kalah Cepat dari Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) Kondisi Ekonomi Indonesia saat ini menghadapi tantangan…