rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

CV Segera Arta Kerjakan Normalisasi Tidak Cantumkan No SPK, Diduga Dikerjakan Tidak Sesuai Spesifikasi

avatar rakyatjelata.com
Pengerjaan pengerukan sungai Kali Waru, Desa Sukamekar, Karawang (Foto: Dok istimewa)
Pengerjaan pengerukan sungai Kali Waru, Desa Sukamekar, Karawang (Foto: Dok istimewa)

KARAWANG | rakyatjelata.com-Program Normalisasi Sungai Kali Waru yang terletak di Krajan ll, Desa Sukamekar, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Selasa (25/6/24). Dalam pelaksanaannya, pekerjaan normalisasi melalui mekanisme pengerukan menggunakan alat berat berupa excavator tersebut dikerjakan oleh CV. SEGERA ARTA dengan nominal anggaran sebesar Rp. 189.201.000.- yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2024.

Namun sangat disayangkan, dalam papan proyek pekerjaan normalisasi pengerukan yang memiliki volume Panjang 1616.00 M’ dan Lebar 8.00 M’ tersebut tak dicantumkan nomor kontrak atau nomor Surat Perintah Kerja (SPK) dari pihak dinas selaku penyelenggara.

Hal tersebut pun akhirnya menuai kritik dari salah satu warga yang mengaku bahwa dalam kesehariannya ia merupakan seorang konsultan pengairan. Menurutnya, dalam setiap penyelenggaraan pekerjaan dari Dinas, tentunya pelaksana akan dibekali dengan SPK, dan itu harus dicantumkan di papan informasi pekerjaan.

“Kalo pekerjaan dari Dinas itu biasanya dikerjakan berdasar SPK, dan itu harus dicantumkan sebagai bentuk transparansi, takutnya malah itu dikerjakan sebelum SPK terbit. Kalo memang benar gak ada SPK, ada dugaan kuat pelaksananya itu nyolong start,” dikutip dari media online

Selain itu, dalam pelaksanaan pengerjaan normalisasi melalui metode pengerukan lumpur menggunakan alat berat excavator, biasanya operator dibekali dengan kertas kerja dari dinas, dan ada titik MC 0 sebagai patokan pengerjaannya.

“Sementara, dalam pekerjaan tersebut tidak terlihat dimana di tancapkan nya patok MC 0, operator juga tidak di bekali kertas kerja dari dinas, dan terlihat hasil pekerjaan asal asalan tidak jelas berapa target yang di angkat lumpur nya karena lumpur hasil kerukan tidak di rapikan,” tutupnya

Dari informasi ini pihak tidak diketahui siapa pengawasnya.dan pelaksana dikonfirmasi sudah habis banyak Anggaran.(red)

Editor : hendro