rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Balita Hanum Butuh 'Orangtua Angkat' Keluar dari Lilitan Stunting

avatar rakyatjelata.com

SURABAYA,rakyatjelata.com - Pepatah mengatakan 'Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula' sangat cocok dilekatkan pada keluarga Balita Atifa Nissa Hanum Azizzah yang kini berusia 57 bulan.

Pasalnya, Hanum demikian balita ini disapa selain mengalami stunting juga kehidupan ekonomi keluarganyapun pas-pasan. Inipun dibuktikan dengan Hanum bersama sang Ayah, Anggara dan Ibunda, Suimatus Sobiroh menempati kamar berukuran 2,5 x 3 Meter menumpang pada keluarga dari sang ayah.

Sungguh memprihatinkan dan mengharukan ketika melihat situasi rumah yang jauh dari kesan higienis. Belum lagi orangtua Hanum tidak memiliki pekerjaan tetap alias Serabutan.

Saat Wartawan Media ini menyambangi kediaman Hanum pada Kamis 1 Juni 2023, Hanum tengah bermain-main di kamar yang berukuran sangat sempit itu ditempati ibundanya yang kini tengah hamil menunggu kelahiran anak kelima keluarga ini.

Keluarga ini beralamat di RW 3 Jalan Lamongan Kelurahan Gundih Kecamatan Bubutan. Selama ini Hanum ketika terkena stunting mendapat pendampingan dari kader Pendamping KSH Kelurahan Gundih Kecamatan Bubutan, Tri Oetami.

Suimatus Sobiroh, ibu kandung Hanum melitanikan perihal kondisi Hanum sebelum dan sesudah terkena stunting.

[caption id="attachment_84837" align="alignnone" width="1600"] Ket : Ibu kandung Hanum sedang menyuapi makanan tambahan kepada Hanum[/caption]

Diceritakan bahwa sejak dalam kandungan Hanum tidak mengalami kendala apapun. Bahkan sampai bersalin si Hanum lahir normal seperti umumnya anak balita lainnya.

"Dia anaknya sih cerdas cuma untuk berat badannya itu enggak naik-naik. Meskipun banyak makan nanti gemuk sedikit naik 1 kilogram. Habis itu sakit turunnya lebih banyak gitu," tutur Suimatus.

Suimatus mengakui sejak lahir dia menyusui dengan ASI dan tidak mau susu tambahan. Hanum baru menyukai susu formula belakangan ini tetapi tidak banyak.

"Oleh kecamatan dikasih susu SGM tetap gak mau diminum, padahal saya variasi dia tetap gak mau. Terus di ganti susu kambing juga enggak bisa mala mencret," katanya

Padahal menurut penjelasan kalau susu kambing cepat gemuk, walaupun ditambah vitamin kesehatannya malah naik turun.

Ibunda Hanum mengatakan, jika dibanding dengan kakak-kakak Hanum waktu balita selain ASI disertai susu formula dan badan mereka sehat dan gemuk. Sementara Hanum sama sekali tidak mau diberi susu tambahan.

"Saya rawat sendiri. Kalau makannya sih sebenarnya dia mau Bu, namun tidak mau sayur, setelah ada pendampingan dari kader KSH mulai doyan makan ikan yang diolah dengan berbagai macam bentuk dan menjadi menarik perhatian Hanum dan mau makan, meskipun kadang masih pilih-pilih tapi makannya mulai normal," katanya.

"Bagus sekarang dan teratur makannya. Jadi dia sekarang secara tidak langsung mempunyai kebiasaan pagi harus sarapan makan siang sampai makan diwaktu sore dia tahu," tambahnya.

Dirinya menuturkan, mulai adanya program pemerintah terkait penanganan stunting Hanum kondisinya sudah mulai membaik.

Iapun mengusulkan agar anak stunting seperti halnya Hanum perlu mendapat bantuan orangtua asuh sehingga diperhatikan secara terencana dan rutin.

"Kader juga mengajari anak-anak hidup sehat. Mereka diperkenalkan makanan-makanan bergizi, dengan merangkul penuh kasih sayang, mendampingi waktu memberikan permakanan supaya anak-anak yang Stunting mau makan tanpa ada paksaan, dan begitu saya datang Hanum ini sudah menyambut saya dan bertanya sekarang makannya ikan lele dibuat kue dan susu ya bunda," ucap Tri

"Alhamdulillah di RW 03 Jalan Lamongan di bulan Juni ini sudah Pra Stunting dan nanti di bulan Agustus 2023 sudah dinyatakan bebas Stunting," Pungkas Tri.(id@)

Editor : ida