rakyatjelata.com - Seorang petugas keamanan (satpam) di kawasan Bundaran HI, Fiktor menjadi perbincangan warganet setelah aksinya menghalau sebuah mobil yang diduga menerobos lampu merah. Rekaman kejadian yang beredar di media sosial memperlihatkan petugas tersebut berdiri di depan kendaraan dan memberikan isyarat agar pengemudi menghentikan laju mobilnya, Minggu (26/7/2026).
Aksi tegas namun tetap tenang itu menuai beragam respons positif. Banyak pengguna media sosial memuji keberanian sang satpam yang dinilai sigap menjaga keselamatan pengguna jalan lain di tengah padatnya lalu lintas.
"Salut sama bapaknya. Berani bertindak demi keselamatan bersama," tulis salah satu warganet di kolom komentar.
Meski demikian, dari pihak berwenang mengenai kronologi lengkap maupun identitas pengemudi kendaraan tersebut. diketahui adalah anggota kepolisian Polda Jabar, insiden itu berujung pada perhatian semua kalangan masyarakat.
Pengamat transportasi mengingatkan bahwa menerobos lampu merah merupakan pelanggaran yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rambu dan isyarat lalu lintas demi keselamatan bersama.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kedisiplinan berlalu lintas merupakan tanggung jawab seluruh pengguna jalan, sementara keberanian petugas dalam menjaga ketertiban patut diapresiasi selama dilakukan sesuai prosedur dan mengutamakan keselamatan.
Pramono Anung Dukung Tindakan Satpam yang Halau Mobil Penerobos Lampu Merah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, disebut memberikan dukungan terhadap tindakan seorang petugas keamanan (satpam) yang menghalau sebuah mobil berjenis Alphard yang diduga menerobos lampu merah di kawasan Bundaran HI.
Dalam ilustrasi ini, Pramono Anung menilai tindakan satpam tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan dan dapat menjadi contoh bagi petugas keamanan lainnya dalam menjalankan tugas dengan mengutamakan ketertiban dan keselamatan.
Ia juga disebut menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran lalu lintas harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa memandang status atau latar belakang pihak yang terlibat. Proses penanganan, menurut ilustrasi ini, diharapkan dilakukan secara terbuka dan transparan agar memberikan kepastian hukum serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman yang memperlihatkan aksi satpam menghalau kendaraan beredar luas di media sosial. Hingga berita ini disusun sebagai contoh, belum terdapat konfirmasi resmi mengenai kronologi maupun hasil penanganan kasus tersebut oleh pihak berwenang.
KDM Panggil Satpam Bundaran HI yang Viral, Janjikan Pekerjaan dan Bantuan Kontrakan
Kang Dedi Mulyadi (KDM) dikisahkan memanggil petugas keamanan Bundaran HI bernama Fiktor yang menjadi sorotan publik setelah videonya viral saat menghalau sebuah mobil yang diduga menerobos lampu merah.
Dalam pertemuan tersebut dilakukan setelah Fiktor mengaku khawatir akan kehilangan pekerjaannya karena dilaporkan oleh oknum pengemudi yang diduga menerobos lampu merah kepada atasannya.
KDM disebut menyampaikan bahwa tindakan Fiktor merupakan bentuk pelaksanaan tugas yang patut diapresiasi. Ia juga dikisahkan berjanji akan memberikan kesempatan kepada Fiktor untuk bekerja di Gedung Sate, Jawa Barat, apabila benar kehilangan pekerjaannya akibat insiden tersebut.
Selain menawarkan pekerjaan, KDM juga disebut memberikan perhatian dengan menanggung biaya kontrakan Fiktor selama satu tahun sebagai bentuk dukungan.
"Jangan nangis, masak security nangis begitu akan dipecat. Yang penting kamu sudah benar menjalankan tugas. Enggak usah takut," ujar KDM kepada Fiktor saat pertemuan di ruang kerjanya, dalam ilustrasi ini.
Kisah tersebut menggambarkan pentingnya memberikan perlindungan kepada petugas yang menjalankan tugas sesuai prosedur serta menegakkan aturan demi keselamatan masyarakat.
Editor : hendro