YOGYAKARTA I rakyatjelata.com — Sebuah diskusi terbuka mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) diwarnai kritik dari sejumlah mahasiswa terhadap Budiman Sudjatmiko. Dalam forum tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah pernyataan yang disampaikan Budiman dan menilai pandangannya tidak sejalan dengan semangat reformasi serta kurang memperhatikan martabat masyarakat miskin.
Diskusi yang berlangsung di lingkungan Universitas Gadjah Mada itu menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai implementasi program MBG yang saat ini menjadi salah satu program unggulan pemerintah. Namun, perdebatan berlangsung cukup sengit ketika beberapa peserta menyampaikan keberatan terhadap pandangan yang disampaikan Budiman.
Sejumlah mahasiswa berpendapat bahwa pendekatan yang dibahas dalam forum tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan upaya pemberdayaan masyarakat dan berpotensi mengabaikan aspek penghormatan terhadap kelompok kurang mampu.
Yang terjadi amarah mahasiswa murka setelah beberapa diskusi semakin memanas.
Salah satu yang tak sejalan itu, mahasiswa menilai Budiman "Penghianat Reformasi"
Kritik itu kemudian berkembang menjadi sorotan terhadap posisi politik Budiman yang saat ini mendukung pemerintahan baru.
Dalam sesi diskusi, seorang mahasiswa secara terbuka melontarkan kritik keras dengan menyebut Budiman sebagai "penjilat Prabowo-Gibran". Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk penolakan terhadap pandangan yang dianggap kontroversial oleh sebagian peserta forum.
"Budiman itu "Satuan Penjilat Prabowo Gibran," ujar salah satu mahasiswa yang melontarkan amarahnya pada Senin (15/6/2026).
Meski demikian, diskusi tetap berlangsung dengan berbagai pandangan yang berbeda dari peserta. Forum tersebut mencerminkan dinamika perdebatan publik terkait pelaksanaan program MBG serta perbedaan perspektif mengenai kebijakan sosial yang menyasar masyarakat luas.
Hingga diskusi berakhir, kritik yang disampaikan mahasiswa menjadi salah satu sorotan utama dalam jalannya acara, sekaligus menunjukkan tingginya perhatian kalangan akademik terhadap arah kebijakan pemerintah dan isu kesejahteraan masyarakat. (Ndro)
Editor : hendro