rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Penguatan Wawasan Kebangsaan untuk Generasi Muda terhadap bahaya Anarkisme

Surabaya - Mahasiswa sebagai ujung tombak perubahan, sudah seharusnya membangun kesadaran produktif dari berbagai gerakan perubahan. Gerakan mahasiswa tidak hanya diartikan hanya sebatas demonstrasi saja, ada beberapa opsi gerakan mahasiswa sebagai pejuang perubahan dalam menyuarakan aspirasi kepentingan masyarakat.

"Saat ini merupakan moment bagi para mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi terkait kebijakan-kebijakan pemerintah yang di nilai tidak berpikah kepada masyarakat kecil,"Kata Ravi Hafidz Maheswara (Solidaritas Mahasiswa Hukum untuk Indonesia) Minggu (23/3/2025).

Baca Juga: IMP Bubutan Terus Bangun Semangat Solidaritas Untuk Program Bangga Kencana

Ia mengatakan bahwa opsi gerakan yang bisa diperjuangkan oleh mahasiswa diantaranya gerakan Demonstrasi, akademis (Intelektual), pencipta dan pengabdi. Selain melaksanakan pengajaran, mahasiswa perlu kreatif dalam berbagai gagasan membangun kemajuan ummat dan bangsa, yang dituangkan dalam pengabdian mengawal terwujudnya masyarakat cita.

“Gerakan akademis merupakan usaha dengan memaksimalkan media massa, memperbanyak forum ilmiah melalui kajian, diskusi, seminar, penelitian, dan menulis gagasan,” ucapnya

Gerakan kedua, yaitu gerakan legal konstitusional yakni gerakan yang berjuang melalui jalur hukum dan konstitusi maupun politik, seperti mengajukan gugatan, advokasi, dan lainnya.

Namun demikian, gerakan mahasiswa tersebut adalah sebuah pilihan, jadi tidak lantas satu dianggap lebih baik sementara yang lain tidak. Bahkan bisa dilakukan secara bersamaan.

Varian gerakan mahasiswa ini penting untuk dikembangkan agar gerakan mahasiswa dapat lebih efektif dan efisien dalam menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Jadi, mana varian yang dipilih tergantung mana yang dianggap efektif dan efisien dalam memperjuangkan aspirasi, bisa melalui jalur akademis, legal konstitusional, budaya atau unjukrasa sepanjang dengan damai tidak mengikuti kelompok-kelompok anarkis,”. (Ar)

Editor : arif

Artikel   

Mengamati Badai PHK 2026

Oleh:Arief Supriyono Ketika Janji Pemerintah Kalah Cepat dari Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) Kondisi Ekonomi Indonesia saat ini menghadapi tantangan…