rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

PNIB Tolak Paham Khilafah Yang Bertentangan NKRI

avatar rakyatjelata.com

Surabaya,rakyatjelata.com-Pimpinan Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu "PNIB" Gus Waluyo sepakat bersama masyarakat Pasuruan Jawa Timur akan menjaga Indonesia dari ancaman paham khilafah, konsep Khilafah yang diusung oleh kelompok organisasi Islam radikal seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sangat bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Senin (21/8/2023).

Gus Waluyo mengungkapkan hal tersebut akan terjadi menimbulkan benturan antarkelompok di Indonesia dan mengancam kelangsungan NKRI sebagai mana hasil konsensus nasional yang bersama-sama telah di ambil para pendiri bangsa Indonesia.

Baca Juga: “Kabinet Surabaya Berkah” buka Peluang Semua Partai Incharge Kerja

Gus Waluyo berharap rencana dari salah satu pihak untuk menerapkan khilafah di wilayah Kota/Kabupaten Pasuruan Jawa timur tidak pernah terjadi.

[caption id="attachment_87644" align="alignnone" width="700"] Aksi PNIB membentangkan kirap bendera merah putih (Foto:Dok rj).[/caption]

Baca Juga: Surabaya Berbenah: Pembangunan Infrastruktur di Wiyung-Balas Klumprik Terkendala, Warga Mengeluh

"Pemerintahan khilafah tidak akan bisa diterapkan di Indonesia yang memiliki penduduk majemuk dengan dan berbagai agama serta suku bangsa," ujar Gus Waluyo.

Sebelumnya PNIB telah telah bersurat kepada Pemerintahan Pasuruan, menerangkan ada beberapa kelompok organisasi Islam yang bertolak belakang dengan NKRI, sudut pandang yang mereka terapkan tidak sesuai ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah insaniah.

Baca Juga: Hotel Majapahit Surabaya MGallery Sajikan Lebih Dari 50 Hidangan Andalan Asia di Bulan Ramadan

Terlebih demi bangsa tidak tercerai berai, aksi PNIB kerap kali melakukan pujian positif kepada masyarakat. Sementara ritual kirab Merah Putih yang diambil PNIB dalam membentang bendera raksasa adalah melakukan protes menindak dan menghukum berat penyebar paham ideologi transnasional khilafah, radikal dan teroris. Provokator pemecah belah persatuan dan kesatuan bangsa tidak pernah ada toleransi demi menjaga keutuhan negara. (Ndro).

Editor : hendro

Artikel   

Mengamati Badai PHK 2026

Oleh:Arief Supriyono Ketika Janji Pemerintah Kalah Cepat dari Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja(PHK) Kondisi Ekonomi Indonesia saat ini menghadapi tantangan…