rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

Kenali Dan Pahami Komunis Gaya Baru, Generasi Milennial Dan Zilennial Wajib Mengenali

avatar rakyatjelata.com


Baca Juga: “Kabinet Surabaya Berkah” buka Peluang Semua Partai Incharge Kerja

Sejarah PKI

Partai Komunis Indonesia (PKI) didirikan pada 23 Mei 1920, di Jakarta, Indonesia. PKI dibentuk oleh sekelompok pemuda Indonesia yang terinspirasi oleh Revolusi Bolshevik di Rusia pada tahun 1917. PKI pada awalnya didirikan sebagai sebuah organisasi politik yang menentang kolonialisme Belanda dan imperialism Barat di Indonesia.

Pada tahun 1945, PKI menjadi partai politik yang legal setelah kemerdekaan Indonesia. Pada awal kemerdekaan, PKI mendukung presiden pertama Indonesia, Soekarno, dan memainkan peran penting dalam pemerintahan pada saat itu. Namun, hubungan antara PKI dan pemerintah mulai memburuk setelah kudeta yang gagal pada 30 September 1965.

Setelah kudeta tersebut, yang diduga dilakukan oleh anggota militer yang didukung oleh PKI, pemerintah Indonesia mengambil tindakan keras terhadap PKI dan para pendukungnya. Ribuan anggota PKI dan orang yang diduga terkait dengan PKI ditangkap dan dieksekusi. PKI dinyatakan sebagai organisasi terlarang dan dihapuskan pada tahun 1966.

Sejak saat itu, PKI dianggap sebagai organisasi yang kontroversial di Indonesia. Pada tahun 1999, pemerintah Indonesia secara resmi mencabut larangan terhadap PKI, namun hingga saat ini PKI tetap dilarang di Indonesia dan masih menjadi topik yang sensitif dalam politik dan masyarakat Indonesia.

Siapakah pendiri PKI

Partai Komunis Indonesia (PKI) didirikan oleh sekelompok pemuda Indonesia pada tanggal 23 Mei 1920 di Jakarta. Kelompok tersebut terdiri dari tokoh-tokoh seperti Darsono, Semaun, Musso, Alimin, dan Maruto Darusman. Kelompok ini terinspirasi oleh Revolusi Bolshevik di Rusia pada tahun 1917 dan berusaha untuk memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia melalui gerakan sosialis dan komunis. Darsono dan Semaun dianggap sebagai pendiri utama PKI karena peran mereka dalam memimpin dan membentuk organisasi tersebut.

Benarkah sebelumnya adalah organisasi islam?

Sebelum menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI), kelompok yang kemudian membentuk PKI sudah memiliki sejarah panjang dalam pergerakan sosial di Indonesia. Awalnya, mereka adalah kelompok pemuda yang tergabung dalam Sarekat Islam (SI), organisasi massa yang didirikan pada tahun 1912 oleh Haji Samanhudi. Namun, kelompok ini kemudian memisahkan diri dari SI pada tahun 1917 karena perbedaan pandangan ideologis.

Pada saat itu, sebagian besar anggota kelompok ini terpengaruh oleh gerakan sosialis dan komunis di Eropa dan Rusia. Mereka tertarik dengan ide-ide Marxisme dan mulai membentuk organisasi-organisasi sosialis dan komunis di Indonesia.

Pada tahun 1920, kelompok ini memutuskan untuk membentuk organisasi politik yang resmi dengan nama Partai Komunis Indonesia (PKI). Sejak saat itu, PKI menjadi salah satu partai politik yang terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia, meskipun statusnya terus berubah seiring dengan perubahan politik dan sosial di Indonesia.

Ide Marxisme mengajarkan tentang apa?

Ideologi Marxisme didasarkan pada teori-teori yang dikembangkan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels pada abad ke-19. Marxisme mengajarkan tentang pentingnya melawan eksploitasi kelas dan menghapuskan sistem kapitalisme. Beberapa konsep sentral dalam Marxisme termasuk:

1. Materialisme Dialektis: Konsep ini mengajarkan bahwa sejarah berkembang melalui konflik antara kelas sosial yang berbeda. Marxisme memandang konflik antara kelas pekerja dan pemilik modal sebagai konflik utama dalam masyarakat.

2. Materialisme Historis: Marxisme juga mengajarkan bahwa kekuasaan ekonomi adalah faktor utama dalam membentuk masyarakat dan politik. Konsep ini menyatakan bahwa sistem ekonomi kapitalis menghasilkan ketidakadilan dan ketimpangan sosial, yang mengarah pada konflik antara kelas.

3. Alianasi: Marxisme mengajarkan bahwa kapitalisme menyebabkan kerja terasing dari manusia dari produk dan proses produksi, serta dari sesama manusia. Konsep ini menyatakan bahwa pekerja mengalami kehilangan identitas dan kemanusiaan mereka karena mereka hanya diperlakukan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai keuntungan.

4. Revolusi Proletar: Marxisme memandang bahwa hanya melalui revolusi proletar, atau revolusi kaum pekerja, kelas pekerja dapat mengambil kembali kekuasaan dari pemilik modal dan membangun masyarakat yang lebih adil dan merata.

5. Komunisme: Marxisme mengajarkan bahwa sistem komunisme, di mana kepemilikan atas sumber daya dan produksi dikendalikan secara kolektif, adalah sistem yang paling adil dan merata. Konsep ini juga menolak kepemilikan pribadi atas sumber daya dan produksi.

Ide Marxisme telah mempengaruhi banyak gerakan sosial dan politik di seluruh dunia, termasuk gerakan buruh, sosialis, dan komunis.

Apakah organisasi yang bersifat komunal bisa di katakan termasuk paham Komunis?

Tidak selalu. Meskipun istilah "komunal" dan "komunis" memiliki akar kata yang sama, yaitu "komun", namun keduanya memiliki makna yang berbeda.

Organisasi yang bersifat komunal adalah organisasi yang didasarkan pada prinsip kepemilikan bersama dan pengambilan keputusan kolektif. Sistem ini dapat ditemukan dalam berbagai budaya dan tradisi, seperti pada beberapa suku asli di Amerika Utara atau beberapa desa di Asia yang masih menerapkan sistem gotong-royong.

Sementara itu, paham komunis mengacu pada ideologi politik dan ekonomi yang didasarkan pada teori-teori Marxisme dan menuntut penghapusan kepemilikan pribadi atas sumber daya dan produksi. Paham komunis bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang sepenuhnya adil dan merata melalui penghapusan kelas-kelas sosial.

Jadi, meskipun organisasi yang bersifat komunal mungkin memiliki beberapa kesamaan dengan konsep-konsep yang dianut oleh paham komunis, namun kedua hal tersebut tetaplah berbeda dalam hal aspek ideologi dan tujuannya.

Organisasi Komunis gaya baru saat ini seperti apa?

Sebagai sebuah sistem ideologi dan politik, Komunisme masih ada hingga saat ini dan masih dipegang oleh beberapa organisasi komunis di seluruh dunia. Namun, dengan perubahan zaman dan kondisi politik global, bentuk organisasi komunis gaya baru saat ini dapat berbeda dari organisasi-organisasi komunis tradisional.

Beberapa karakteristik yang mungkin dimiliki oleh organisasi komunis gaya baru saat ini antara lain:

1. Lebih inklusif: Organisasi komunis gaya baru lebih inklusif dan terbuka pada kerjasama dengan gerakan sosial lainnya. Mereka mungkin mencoba untuk menemukan cara untuk menggabungkan konsep-konsep komunisme dengan isu-isu sosial yang lebih luas seperti perubahan iklim, hak asasi manusia, dan anti-kapitalisme.

2. Menggunakan teknologi dan media sosial: Organisasi komunis gaya baru dapat menggunakan teknologi modern dan media sosial untuk memperluas jangkauan dan pengaruh mereka. Mereka mungkin menggunakan platform media sosial untuk mempromosikan ideologi mereka dan berkomunikasi dengan anggota dan pendukung mereka.

Baca Juga: Surabaya Berbenah: Pembangunan Infrastruktur di Wiyung-Balas Klumprik Terkendala, Warga Mengeluh

3. Fokus pada isu-isu spesifik: Organisasi komunis gaya baru mungkin berfokus pada isu-isu spesifik seperti ketidakadilan rasial atau kesenjangan ekonomi. Mereka mungkin berusaha untuk memobilisasi dukungan pada isu-isu ini dan membangun aliansi dengan kelompok-kelompok lain yang berjuang untuk tujuan yang sama.

4. Bersifat non-hierarkis: Organisasi komunis gaya baru dapat memiliki struktur organisasi yang lebih non-hierarkis, di mana keputusan dibuat secara kolektif dan tidak ada satu orang atau kelompok yang memegang kekuasaan mutlak. Ini mungkin mencerminkan semangat egaliter dari ideologi komunisme.

Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua organisasi komunis saat ini mengadopsi semua karakteristik ini, dan ada variasi dalam bagaimana organisasi-organisasi ini beroperasi di berbagai negara dan konteks politik.

Bersedekah apakah termasuk paham sosialis?

Bersedekah dalam konteks keagamaan atau moralitas sosial tidak dapat dikategorikan sebagai sosialis. Meskipun ada beberapa kesamaan antara konsep bersedekah dan beberapa prinsip sosialis seperti berbagi kekayaan dan membantu orang yang membutuhkan, namun kedua hal tersebut memiliki dasar filosofis yang berbeda.

Bersedekah adalah tindakan pemberian atau sumbangan sukarela yang dilakukan oleh individu atau kelompok, biasanya didasarkan pada keyakinan agama atau nilai moral. Tujuan dari bersedekah adalah untuk membantu orang yang membutuhkan dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, sosialisme adalah sebuah ideologi politik dan ekonomi yang menuntut penghapusan kepemilikan pribadi atas sumber daya dan produksi, serta pembagian kekayaan secara merata kepada seluruh anggota masyarakat. Tujuan utama dari sosialisme adalah menciptakan masyarakat yang adil dan merata dengan mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi.

Jadi, meskipun ada beberapa kesamaan antara konsep bersedekah dan prinsip sosialis tertentu, keduanya memiliki tujuan dan konteks yang berbeda.

Lalu apa pesan yang akan di sampaikan agar generasi milenial dapat memilah organisasi yang menganut paham komunis atau tidak? 

Pesan yang dapat disampaikan agar generasi milenial dapat memilah organisasi yang menganut paham komunis atau tidak adalah sebagai berikut:

1. Jangan terlalu cepat terpengaruh oleh retorika atau janji manis yang ditawarkan oleh organisasi tertentu. Lakukan penelitian dan analisis yang mendalam tentang prinsip dan nilai-nilai yang dianut oleh organisasi tersebut.

2. Periksa sumber informasi yang digunakan oleh organisasi tersebut. Periksa apakah informasi tersebut berasal dari sumber yang terpercaya atau tidak.

3. Perhatikan apakah organisasi tersebut mendukung tindakan kekerasan atau tidak. Organisasi komunis yang sehat seharusnya menolak tindakan kekerasan dan mengutamakan perjuangan secara damai dan persuasif.

4. Perhatikan tujuan dan program organisasi tersebut. Jika organisasi tersebut berupaya memperjuangkan hak-hak sosial dan ekonomi yang adil bagi semua anggota masyarakat tanpa memaksakan paham komunis, maka itu mungkin merupakan organisasi yang dapat dipertimbangkan untuk diikuti.

Baca Juga: Hotel Majapahit Surabaya MGallery Sajikan Lebih Dari 50 Hidangan Andalan Asia di Bulan Ramadan

5. Selalu mempertimbangkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi seperti demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia. Pastikan organisasi yang dipilih juga menghargai nilai-nilai tersebut.

Sementara itu, selalu penting untuk menghindari organisasi yang menggunakan taktik intimidasi, mengancam kekerasan, atau merusak masyarakat. Jangan pernah terjebak dalam tindakan atau ideologi yang merugikan diri sendiri dan masyarakat sekitar.

Di dalam PANCASILA apakah terkandung juga ideologi Komunis?

Pancasila adalah ideologi dasar negara Indonesia yang memiliki lima asas, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Paham komunis tidak secara langsung termasuk dalam Pancasila, karena Pancasila tidak memuat ideologi tertentu, termasuk ideologi komunis. Namun, nilai-nilai dalam Pancasila seperti keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai sosialisme dan komunisme.

Namun demikian, paham komunis pernah dilarang di Indonesia pada masa Orde Baru, sehingga tidak dapat menjadi bagian dari ideologi atau sistem politik yang sah di Indonesia. Saat ini, meskipun tidak dilarang secara resmi, namun paham komunis masih dianggap sebagai ancaman bagi keamanan dan stabilitas negara oleh pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi setiap warga negara Indonesia untuk mematuhi hukum dan tata tertib negara dalam memilih pandangan dan tindakan politik.

Berbuat baik dan gotong royong apakah termasuk paham Komunisme?

Berbuat baik dan bergotong royong bukanlah ideologi khusus dari paham komunis. Sebaliknya, nilai-nilai ini adalah nilai-nilai universal yang dijunjung oleh masyarakat Indonesia dan berbagai masyarakat di seluruh dunia.

Namun demikian, konsep gotong royong dan solidaritas sosial memang erat kaitannya dengan paham komunis dan sosialis. Dalam pandangan paham komunis, masyarakat yang diorganisir secara kolektif dan merdeka dalam produksi, distribusi, dan konsumsi barang-barang dan jasa-jasa adalah sebuah tujuan utama yang dapat dicapai melalui prinsip-prinsip sosialisme dan komunisme.

Dalam prakteknya, paham komunis dan sosialis memandang bahwa gotong royong dan solidaritas sosial harus diterapkan dalam semua aspek kehidupan, seperti dalam produksi, distribusi, dan konsumsi barang-barang dan jasa-jasa. Hal ini dilakukan dengan menghilangkan perbedaan kelas dan menciptakan kesetaraan sosial dan ekonomi.

Meskipun nilai-nilai seperti berbuat baik dan bergotong royong tidak eksklusif bagi paham komunis atau sosialis, namun dalam penerapannya, nilai-nilai tersebut bisa saja menjadi bagian dari ideologi sosialisme atau komunisme. Namun, penting untuk diingat bahwa nilai-nilai tersebut juga dapat dihayati dan diaplikasikan oleh individu atau kelompok lain yang tidak mengikuti paham komunis atau sosialis.

(Ki/Red)

Editor : Admin Rakyatjelata