rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

JAPAI melalui Ketua Umum MH Soleh Meminta Gubernur Jawa Timur Meminta maaf pada Rakyat.

 

Pada momen Lebaran Idul Fitri 1446 H atau 2025 M. JAPAI mendapatkan flyer tentang Open House Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur.

Baca Juga: Aktivis Jatim Kritik Gubernur Khofifah Tidak Pro Rakyat 

Di situ tertulis jadwal lengkap di Grahadi dan kediaman pribadi. Bagi JAPAI ini bukan suatu prestasi atau kebanggaan. Bahkan ini sebagai bentuk penghinaan. Kenapa begitu?

Mari kita me refleksikan kinerja Khofifah selaku Gubernur Jawa Timur selama 5 tahun sebelumnya.

Apa prestasi besar yang di torehkan Khofifah? Tentu dengan jujur kita jawab TIDAK ADA. Mustahil perencanaan yang matang oleh Gubernur Soekarwo tidak dirasakan dampaknya hingga hari ini. Semua yang ada saat ini adalah warisan kebijakan Soekarwo. Lantas apa yang harus dikatakan buah kinerja Khofifah? NIHIL...!! Yang ada hanyalah stagnasi dan beberapa sektor adalah kemunduran. Jika di lihat di tiap-tiap daerah ada kemajuan. Itu main klaim oleh Khofifah. Sejatinya itu hanyalah kinerja Bupati ataupun Walikota di bawahnya.

Dari sisi Indeks Pembangunan Manusia dulu dari 2010 ke 2020 peningkatan IPM sebesar 8,03%. Tapi pada 2024 hanya 0,94%.

Kemudian pada pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 2010 sebesar 6,67%. Tapi hari ini hanya 4,9%.

Ini variable yang nyata bahwa Jawa Timur mengalami Kemunduran. Dari sisi supremasi Hukum. Ada banyak kasus Korupsi di masa pemerintahan Khofifah. Dana Hibah Provinsi Jawa Timur hanya menjadi Bancakan. Kasusnya tak kunjung tuntas hingga hari ini.

Banyak BUMD yang mulai tumbuh subur dengan Koruptornya. Sebut saja Bank Jatim yang di masa Gubernur Khofifah telah di kemplang 569.4 M. Angka fantastis dan informasi lebih lanjut merangkak naik di angka 900 M. Selain itu di sisi yang lain ada BUMD yang tidak mampu bayar gaji pegawainya (PT. Kasa Husada Wira Jatim). Begitukah kepemimpinan di jalankan?

Gubernur Khofifah hanya faham pencitraan dirinya belaka dan berlindung di bawah NU dan Mantan Presiden Jokowi. Selain itu seremonial belaka tanpa kerja nyata.

Logika Masyarakat Jawa Timur mulai di hipnotis perlahan-lahan dengan hal semu yang di citrakan lewat media - media rekanan Pemprov Jatim.

Terlebih pembodohan masyarakat Jawa Timur di lakukan pada momen Lebaran Idul Fitri kali 1446 H/2025 M ini. Masyarakat di minta datang ke Khofifah seolah-olah harus minta maaf pada Gubernur Khofifah. Ini PEMBODOHAN...!!

Sudah tau kinerja buruk, seharusnya minta maaf pada rakyat dan memperbaiki kesalahannya. Ini di balik bahwa Rakyat yang harus minta maaf. Dimana logika berfikirnya...??

Hari ini, Jaringan Pemuda dan Aktivis Indonesia (JAPAI) meminta Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada Rakyat Jawa Timur.

Rakyat Jawa Timur jangan terjebak Pemutar Balikan Fakta...!!

Salam Pemuda...

Panembahan MH Soleh.

Editor : Admin Rakyatjelata