rakyatjelata.com skyscraper
rakyatjelata.com skyscraper

BKKBN Jatim Hadirkan 400 Kader Kabupaten Lamongan dalam Giat Roadshow Generasi Bebas Stunting

LAMONGAN | rakyatjelata.com - Pagi tadi, Jumat (22/12/23) BKKBN Jawa Timur kembali menghadirkan 400 Kader KB dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) kali ini dari Kabupaten Lamongan untuk mengikuti penguatan dan peningkatan kapasitas Kader dalam giat “Roadshow Generasi Bebas Stunting Road to Jawa Timur Tahun 2023”.

“Selain agar mendapatkan ilmu terbaru program Bangga Kencana dan pencegahan stunting, kegiatan ini adalah apresiasi kami kepada kader di lapangan yang telah mendukung program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting. Dengan dukungan kader lini lapangan, berbagai target program bisa dicapai di tahun 2023. Khususnya untuk prevalensi stunting di Jawa Timur, dan juga di Kabupaten Lamongan agar bisa diturunkan,” kata Pembina Program ADPIN BKKBN Jatim, Sofia Hanik di tengah acara yang dilaksanakan di Gedung PGRI Lamongan tersebut.

Baca Juga: Ngopi Bangga Kencana Bareng SWI Dan BKKBN Jatim

Hadir langsung memberikan motivasi kepada Kader Bangga Kencana Lamongan, Kepala BKKBN Jawa Timur, Maria Ernawati. “Untuk Jawa Timur, pada tahun 2022 angka prevalensi stunting sedikit lebih rendah dari nasional yaitu 19,2%. Sedangkan di Lamongan ada kenaikan dari 20,5% pada tahun 2021 menjadi 27,5% pada tahun 2022. Melalui kegiatan ini tentu kita berharap pemahaman bersama untuk menurunkan angka stunting. Tugas kita adalah untuk menurunkan prevalensi stunting dan mencegah supaya tidak ada lagi stunting baru,” katanya.

Baca Juga: Percepat Penurunan Angka Stunting, Gubernur Jawa Timur Terbitkan SK TPPS

“Generasi penerus kita tentu diharapkan lebih baik dari pendahulunya, oleh karena itu mulai saat ini harus betul-betul kita perhatikan tumbuh kembang anak-anak kita antara lain dengan 5 langkah cegah stunting serta perilaku hidup bersih sehat untuk memerdekakan anak Indonesia dari stunting,” lanjut Erna.

Lebih lanjut, dalam upaya mencegah stunting, Maria Ernawati menekankan pentingnya spacing atau jarak kelahiran. “Spacing atau jarak kelahiran sangat penting agar kita hanya punya 1 balita dalam keluarga, harapan kami, dengan 1 balita di keluarga dalam 1 waktu, keluarga lebih fokus memaksimalkan tumbuh kembang balitanya,”

Baca Juga: Turunkan Stunting di Kabupaten Tulungagung dengan melibatkan Perguruan Tinggi dan Ormas

Merespon positif hal tersebut, drg. Fida Nuraida M.Kes, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Lamongan kembali menegaskan komitmen kader lini lapangan di wilayahnya dalam mendukung percepatan penurunan stunting. “Siap menurunkan angka stunting di Lamongan?!” ujar Fida dan dijawab “siap” oleh semua kader.

Usai mendapatkan arahan dari Kepala BKKBN Jatim, kader menyimak materi pencegahan stunting dan kesehatan reproduksi dari dr. Rijanto Agoeng Basoeki, SPOG. Seperti sebelumnya, pada giat ini beberapa kader yang beruntung mendapatkan doorprize menarik seperti setrika, blender, kompor gas dan televisi yang disiapkan BKKBN Jatim.

Editor : Admin Rakyatjelata