Warga Keluhkan Retribusi Sampah Di Tagihan Rekening PDAM

oleh -898 views

Karawang, Rakyat jelata.com – Adanya retribusi kebersihan dalam tagihan rekening air bulanan dikeluhkan para pelanggan PDAM desa telukhambulu kecamatan batujaya. Pasalnya, para pelanggan mengeluh manfaat uang retribusi kebersihan yang awalnya 3000 rupiah dan sekarang naik menjadi 7.500 rupiah.

“Nominalnya (retribusi) sebenarnya tidak banyak, hanya 3000 rupiah dalam tagihan bulan mei 2018 dan bulan september 2018, 7.500 rupiah. Namun jumlah itu jika dikalikan ribuan pelanggan otomatis jumlahnya menjadi besar,” ujar Bari, tokoh masyarakat desa telukhambulu, berikut pelanggan PDAM batujaya, kamis (25/04/19).


Adanya retribusi ini, membuat bingung para pelanggan. Bahkan, tidak sedikit pelanggan yang tidak paham apa fungsi retribusi kebersihan tersebut,” katanya.

Dikatakannya, ia dan pelanggan lain tidak keberatan atas retribusi tersebut asalkan jelas peruntukannya. “Saya bingung kenapa ada retribusi kebersihan kok dibebankan ke pelanggan PDAM,” tegasnya.

Keluh kesah Bari tersebut setidaknya mewakili suara hati ribuan pelanggan PDAM khususnya kecamatan Tirtajaya, Batujaya, dan umumnya kabupaten karawang Atas hal ini. Bari sudah menanyakan langsung tentang pungutan retribusi sampah tersebut ke pihak PDAM. Bukannya mendapatkan jawaban, oleh petugas PDAM, Bari justru diarahkan untuk bertanya ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten karawang. “Tapi belum saya lakukan karena saya harus kerja. Saya yakin bukan saya sendiri yang bingung,” ujarnya.

Jika benar hal itu ditarik oleh DLH, Bari sangat menyayangkan kenapa PDAM ataupun DLH tidak melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang alasan dan dasar pungutan retribusi kebersihan di dalam tagihan rekening air tersebut.

Kalau sampah sampah didesa kami diangkut oleh DLH mungkin dimaklumi ini tidak akan terkesan diabaikan saja, jadi merusak pemandangan didesa kami.” ujarnya.

Terpisah, Kaur teknis PDAM Tirtajaya Yanto, bersama rakyat jelata.com, mengatakan bahwa kami hanya menjalankan tugas dan retribusi yang masuk langsung disetorkan ke bank, kami tidak tahu mekanisme ke atasnya,” katanya. (Di/Is/Red)