Warga Dusun Poreng Jambesari Minta Relokasi, BPBD: Tunggu Hasil dari Badan Geologi

oleh -139 Dilihat

JEMBER, rakyatjelata.com – Warga RT 004 RW 004 Dusun Poreng, Desa Jambesari, Kecamatan Sumberbaru, yang menempati 13 rumah minta relokasi kepada Pemerintah. Penyebabnya rumah mereka retak-retak dikarenakan amblesnya tanah. Mereka meninggalkan rumah dan membawa harta yang bisa dibawa mengungsi ke sanak famili terdekat.

Salah satu warga, Salam mengatakan ia dan keluarganya terpaksa meninggalkan rumah karena kuatir rumahnya longsor.

Kepada Wartawan Rakyat Jelata ia menceritakan awal kejadiannya. “Malam Jum’at itu bunyi batu jatuh ke bawah. Rumah yang ujung sana (sambil menunjuk) belakangnya turun ke bawah,” ucap Salam terbata-bata, Selasa, (1/2/2022) pukul 15:05.

Kondisi rumah warga RT 004 RW 004 Dusun Loreng Desa Jambesari Kecamatan Sumberbaru yang ambles

Kejadian yang sama sebelumnya pada hari Sabtu malam Minggu. Menurut kesaksian Budi, warga, tetangga Salam, tanah di belakang rumah di sana sudah terasa bergerak turun.

“Mulai terasa Sabtu sore sekitar pukul 3. Pada besoknya, subuh terdengar seperti batu besar jatuh di dalam tanah,” katanya menimpali Salam.

Masih beruntung tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.

Masih menurut warga itu, di bawah tanah tempat rumah mereka berdiri memang banyak sumber air (meski kecil) yang tidak pernah kering. Lokasi rumah-rumah mereka berada tanah paling atas. Rumah-rumah itu berdiri dibibir jurang (dapur menggantung). Sedangkan dari teras depan hingga jurang di depannya hanya berjarak kurang lebih 10 meter saja. Ada jalan desa lebarnya 2 meter berada di pinggir jurang di depan rumah.

Salam dan Budi serta seluruh warga itu berharap banyak kepada Pemerintah. “Kami mau minta bantuan sama Bapak Bupati, sebisanya dikasih tempat baru,” pinta Budi.

Sejak peristiwa itu mereka mengaku sudah menerima bantuan sembako dari Pemerintah lewat Muspika. Bahkan oleh pihak Polsek Sumberbaru daerah itu dipasangi garis polisi. Mereka sudah tidak mungkin menempatinya lagi. Tetapi masih ada aliran listrik yang mengalir.

Tampak belakang rumah, berdiri di bibir jurang

Ketika awak media mendatangi tempat tersebut tampak sebagian warga mengambil keramik rumah yang masih mungkin akan dipakai lagi.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Ir Sigit Akbari, M.Si mengatakan pihaknya sudah melaporkan koordinat lokasi bencana itu. “Ada beberapa titik yang serupa kondisinya seperti itu, di Bintoro, Arjasa, dan Patrang. Kita sudah laporkan ke Badan Geologi,” jawab Sigit lewat telepon.

Ia menjelaskan masih menunggu hasil analisa dari Badan Geologi beberapa hari ke depan. Setelah itu baru bisa diambil tindakan apa yang seharusnya.

Sigit Akbari mengatakan penyebab amblesnya tanah karena kontur tanah yang lembek dan curah hujan yang cukup tinggi.

Untuk sementara, kata Sigit, warga diharap tidak menempati rumah mereka sambil menunggu hasil keputusan BPBD dan Muspika Sumberbaru.

Pemerintah telah membantu dengan mengirim bahan kebutuhan pokok untuk keperluan hidup warga.

(Sigit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.