UPTD Pertanian RENGASDENGKLOK dI Duga Monopoli Kelompok Tani KARYA JATI

oleh -935 views

KARAWANG, rakyatjelata.com ( jumat 24 /8/2018 ).Kelompok tani,KARYA JATI.Desa. Karya sari.kecamatan Rengasdengklok,Kabupaten karawang. Merasa di monopoli UPTD. pasal nya, dengan adanya bantuan berupa progam Dem area, yang di luncurkan oleh kementrian pertanian. melalui Derektorat Jendral Tanaman Pangan.
seolah olah di terkesan di paksakan, oleh pihak UPTD. karena bantuan dem area ini datangnya setelah masa tanam.
KAPI selaku ketua kelompok karya jati ketika di mintai keterangan nya oleh awak media.mengatakan, “dengan ada nya program bantuan Dem area.sebenarnya saya jadi bingung pasal nya bantuan program dem area ini datangnya sudah lewat masa tanam dan dari bantuan ini kami hanya menerima kiriman pupuk saja” ulasnya.
“Pada hal kami menerima bantuan ini berupa uang yang masuk ke rekening kelompok kami, Kami di intruksikan untuk membeli pupuk Organik oleh UPTD jenis pupuk organik yang dikirim adalah ,Dolomit/grandul dan Exstragen,” paparnya kepada rakyatjelata.com
masing-masing sudah di tentukan jumlah Tonasenya,berdasarkan jumlah areal sawah.
Masih KAPI “dari jumlah tonase yang sudah di kirim tersebut, kami tidak tahu belinya dimana, tahu-tahu di kirim barang saja jenis pupuk organik Dolomit/grandul serta Exstragen. untuk Dolomit/grandul di kenakan biaya per 1 kwintal Rp 100.000, sedangkan kami tanya ke kios terdekat, kami beli untuk pupuk tersebut per 1 kwintansinya kisaran Rp 50.000” terangnya.
“Dari jumlah nilai uang Rp 85 000.000 yang kami cairkan melalui rekening kelompok langsung di bawa oleh UPTD Kisaran Rp 50 000 000 dan sisanya Rp 35 000 000 dibawa oleh POPT ( Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan ) kata nya untuk cepat cepat di transfer” Ujarnya.
DARMA ( Selaku UPTD pertanian Rengasdengklok) ketika awak media menghubungi melalui via whatsApp untuk dimintai keterangannya sangat sulit sekali ditemui, seolah-olah terkesan menghindar.
sampai berita ini terbit
Terkait keluhan kelompok tani Karya Jati.
Harapannya, kepada intansi Dinas pertanian terkait agar segera langsung melakukan pengecekan ke UPTD pertanian yang bersangkutan, karena ada dugaan UPTD pertanian Rengasdengklok ada main dengan pihak ke tiga. sebagai pensuplai pupuk organik tersebut karena di duga tidak sesuai dengan harga pasaran sehingga diduga kuat adanya mark-up harga yang akan merugikan negara.
Diharapakan dinas pertanian segara bertindak jangan ada kesan pembiaran, pungkasnya. (Tim Jabar/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.